Kiai Said Dukung Wiranto Soal UU Ter0risme Bisa Jerat Penyebar Hoax

Kiai Said Dukung Wiranto Soal UU Ter0risme Bisa Jerat Penyebar Hoax

Tribunsantri.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mendukung Menko Polhukam Wiranto terkait rencana penerapan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Ter0risme terhadap pelaku hoax. 

"Kalau memang mengancam seperti ancaman mirip ter0r ya boleh itu. Kan ancaman pecah belah, ancaman yang mengancam keutuhan bangsa," kata kiai Said Aqil di kantor LPOI, Jalan Kramat VI, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).

"Alquran mengatakan orang yang membuat hancurnya tatanan kehidupan ini harus dihukum keras," imbuh Said Aqil.

Sebelumnya, Wiranto menyampaikan hoax merupakan ter0r kepada masyarakat.

"Kan ada Undang-Undang ITE, pidananya ada. Tapi saya terangkan tadi hoax ini kan meneror masyarakat. Terorisme ada fisik dan nonfisik. Terorisme kan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Kalau masyarakat diancam dengan hoax untuk takut datang ke TPS, itu sudah ancaman, itu sudah terorisme. Maka tentu kita Undang-Undang Terorisme," kata Wiranto Rabu (20/3)

Sementara, Polri menyebut hal itu bisa dilakukan saat pelaku hoax teridentifikasi terkait jaringan ter0ris. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menerangkan soal Pasal 1 UU Nomor 5 Tahun 2018 mengenai penjelasan soal tindak pidana ter0risme. 

"Penyidik akan membuktikan dulu siapa yang bersangkutan. Kemudian latar belakangnya apa, unsur kesengajaannya untuk membuat rasa cemas dan takut, bentuk intimidasi psikologis, itu bisa dikenakan. Juga pasal 6 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018, apabila pelakunya memiliki jaringan atau masuk dalam suatu jaringan ter0risme," ujar Dedi [detik]

Bagikan: