KH. Sholeh Darat: Lebih Baik Pezina Daripada Orang Tak Paham Agama tapi Maksa Bicara Agama

KH. Sholeh Darat: Lebih Baik Pezina Daripada Orang Tak Paham Agama tapi Maksa Bicara Agama

Tribunsantri.com - Fenomena ustadz ngawuris tapi sok kritis terhadap ilmu para ulama yang membincang kata “kafir”, sungguh memprihatinkan. Tuduhan demi tuduhan kepada Nahdlatul Ulama (NU) tak berhenti hingga sepekan terakhir sejak Munas NU 1 Maret 2019 lalu.

Haikal Hassan, Tengku Zulkarnain (ditambah Abdul Somad dan Maheer Thuwailibi beberapa tahun sebelumnya yang ikut bicara), terlihat sangat belepotan menghadapi manuver politik kebangsaan dari para ulama NU yang “mendekonstruksi” pemaknaan “kafir” menjadi lebih universal dan berorientasi kebangsaan.

Baca juga : [Kuwalat] Setelah Tengku Zulkarnain dan Haikal Hassan, Kini Giliran Maaher yang Viral Karena Tak Bisa Nashrif (Talafa Yutlifu)

Menjelaskan kata “kafir”, mereka salah sejak dari akar katanya. Begitu pula memaknai kata “kuffar”, taraf ngarangnya juga minta ampun. Padahal nih padahal, mereka adalah panutan ferguso, eh, ferwedusso ding, dari kata wedus. (Jangan ditiru yah, ini tashrifan yang salah). 

Mereka hanyalah manusia-manusia awam yang mendapatkan gelar kehormatan sebagai ustad, bukan ulama, dari penggila politik kebencian dan hoax. Jika agama diserahkan segala urusannya kepada mereka, tunggulah saatnya kehancuran terjadi. 

Baca juga : Nyinyir terhadap Keputusan Munas NU, Tengku Zulkarnain dan Haikal Hassan Kuwalat "Kafir"

Pesan KH. Sholeh Darat

Dalam Kitab Munjiyat, KH. Sholeh Darat memberikan pesan menarik terkait orang-orang awam yang tidak paham agama, tapi ikut membincang ilmu para ulama yang, dalam bahasa Kiai Sholeh Darat, sangat lembut, alias detail.

Beliau menulis, "jangan ikut-ikutan membahas ilmu para ulama' yang detail-detail. Karena sesungguhnya, orang awam yang berz*na dan mencuri (maling) itu lebih baik daripada ia membicarakan ilmu agama dan ilmu tentang Allah yang detail,  karena ketidakmampuan akal mereka atas kedua ilmu tersebut. Pasalnya, membahas tentang Allah dan akidah-akidah agama (bagi orang awam), tidak akan bisa lepas dari sifat kufur". (Kitab Munjiyat, hlm: 7).

Baca juga : [Video] Kerap Hina Kiai, Ustadz Ujang Busthomi Akan Sumpal Mulut Maheer dengan Sandal

Apakah mereka yang awam lalu membincang ihwal agama, tidak tahu detailnya sejak dari akar kata Arab tashrifan dasarnya, misalnya, harus lebih baik diperintah untuk berzina agar mereka lebih bisa terhindar dari kekafiran? Anda sendiri yang menjawab yah. 

Ratusan tahun lalu, Mbah Sholeh Darat sudah mengingatkan bahaya orang awam seperti Haikal Hassan dan Zulkarnain, yang seolah mengetahui segala urusan detail tentang agama. Allhumma sallim mim mulutihihima. [dutaislam]

Baca juga : Kalau Tashrif Saja Tak Bisa, Bagaimana Bisa Memahami Topik Berat Seperti Jihad, Kafir Dll? Belajarlah Sebelum Ditokohkan!

Bagikan: