Kapolda Sumut : Polisi Tidak Akan Diam Dengan Aksi Teror dan Premanisme

Kapolda Sumut : Polisi Tidak Akan Diam Dengan Aksi Teror dan Premanisme

Tribunsantri.com - Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, menegaskan jika negara tidak akan kalah dan diam dengan aksi teror dan premanisme yang dapat mengganggu dan mencabik cabik persatuan dan kesatuan bangsa.

Polisi sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat akan selalu berada di barisan terdepan untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia.

Baca juga : Kapolda Sumut Soal Ricuh di Harlah NU : Mereka Belum Berkuasa Sudah Mau Sewenang-wenang

Hal itu ditegaskan Kapolda saat melaksanakan program safari Jumat di Masjid Jami Nurul Iman Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rempah Serdang Bedagai Sumatera Utara, Jumat (1/3/2019).

Agus juga sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi di Lapangan Sri Mersing, Kota Tebing Tinggi beberapa hari lalu. Dimana saat itu ada Polisi dan TNI yang mengikuti kegiatan atas undangan dari panitia Tabliq Akbar dan Tausiah Nadhlatul Ulama, namun dituding acara tersebut sesat dan tidak benar.

Baca juga : 11 Anggota FPI Tersangka, Aktor Intelektual Ricuh Harlah NU Diselidiki

“Diacara tersebut ada saya (Polisi), TNI, Walikota Tebing Tinggi, tokoh agama, pemuka masyarakat. Acara tersebutkan mengajak masyarakat untuk berbuat baik dengan menanamkan nilai agama, agar jangan saling terpecah belah dan itu semua untuk kebaikan Indonesia. Jadi tidak benar itu kelompok yang mengedepankan aksi-aksi premanisme untuk membubarkan acara tersebut,” katanya.

Kapolda juga berterima kasih kepada masyarakat yang masih perduli terhadap keamanan, kenyaman dan kondusifitas masyarakat dengan membantu mensosialisasikan dan menjaga kamtibmas.

“Saya, kita semua harus bergandengan tangan untuk menjaga Sumatera Utara bebas dari hoax, ujaran kebencian, teror dan aksi yang anti-pancasila. Karena Sumatera Utara milik kita bersama,” ucapnya.

Baca juga : Laskar FPI Tebingtinggi: Saya Dilarang Ibu Ikut FPI, Maafkan Saya Ibu

Pastinya, kata Agus, dirinya hanyalah manusia biasa yang sedang menjalankan amanah dan tugas sebagai Kapolda Sumut. Kalau pun ada orang atau kelompok yang ingin meminta ia pindah atau pun dicopot karena dianggap mengganggu kepentingan bisnis hitam (ilegal) dengan membangun opini tidak netral ya silahkan saja. 

“Saya ini hanya menjalankan amanah dan tugas untuk melindungi masyarakat. Semua saya serahkan kepada Allah dan pimpinan Polri,” pungkasnya. [Digtara]

Bagikan: