Kalau Prabowo Terpilih, Bolehkan Mengangkat Adik Perempuannya yang Non Muslim Menjadi Ibu Negara?

Kalau Prabowo Terpilih, Bolehkan Mengangkat Adik Perempuannya yang Non Muslim Menjadi Ibu Negara?

Tribunsantri.com - Pemilik akun Twitter @arman_111213 bertanya kepada Prof Mahfud MD soal Prabowo yang duda. Kalau terpilih menjadi presiden pada April mendatang, bolehkah Prabowo megangkat adik perempuannya yang beragama Kristen diangkat menjadi ibu negara? Apakah konstitsi Indonesia mengizinkan kepala negara berbeda agama dengan ibu negara?

“Prof, pak Prabowo kan duda lalo beliau terpilih, apakah adik perempuannya yang diangkat menjadi ibu negara..? Seperti kejadian di Prancis. Dan adiknya pak Prabowo Nasrani, apakah regulasinya memungkinkan ketika kepala negara dan ibu negara berbeda agama...?” tulis @arman_111213.

Kalau Prabowo Terpilih, Bolehkan Mengangkat Adik Perempuannya yang Non Muslim Menjadi Ibu Negara?

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjawab bahwa hal tersebut tidak diatur dalam konstitusi. Oleh sebab itu, Prof Mahfud mengutip salah satu kaidah Fiqh yaitu : Al-Ashlu fil Amri Lil Ibahah. 

Berdasarkan kaidah fiqh tersebut, Prof Mahfud membolehkan kepala negara mengangkat adiknya menjadi ibu negara, sekalipun ia berbeda agama, sebab konstitusi tidak melarang hal tersebut.

“Itu tak diatur dalam konstitusi & hukum kita. Jika meminjam kaidah ushul fiqh dalam studi hukum Islam, "al-ashlu fil amri lil ibaahah" berarti boleh. Jadi jika konstitusi & hukum tidak melarang dan tidak mewajibkan sesuatu maka sesuatu itu sah saja dilakukan. Mau dipilih atau tidak, juga boleh” jawab @mohmahfudmd. 

Kalau Prabowo Terpilih, Bolehkan Mengangkat Adik Perempuannya yang Non Muslim Menjadi Ibu Negara?
Kalau hal itu benar-benar terjadi, bagaimana reaksi Ijtima Ulama mempunyai ibu negara non-Muslim? [tsn]

Bagikan: