Jangan Menghina Kyai Sepuh, Hidupmu Akan Rapuh dan Suatu Saat Melepuh


Tribunsantri.com - PARA PENGHUJAT ITU NGUYAI SEGORO

Mohon jangan menghina jajaran Kiyai Sepuh hidupmu akan rapuh dan suatu saat melepuh..

Ternyata yang membuli, menghina dan merendahkan Hasil Bahsul masail terlihat kwalitas ilmunya sebegitu dan kita semua telah tahu dari realitas yang kita lihat..

Gembar gembor kesana kemari dengan ilmu sehasta menyalahkan para Ulama yang mashur sealam semesta.

Dengan hawa nafsu mengolah Nahwu dan Tashrif kehancuran saenak udele sak karepe dewe. 

Ada motivator belajar agama dikit mendadak jadi ustad.

Ada sales belajar agama dikit mendadak jadi ustad.

Ada mualaf belajar agama dikit mendadak jadi ustad.

Ada artis belajar agama dikit mendadak jadi ustad.

Ada mantan preman belajar agama dikit mendadak jadi ustad.

Yang mendadak itu yg paling kencang merasa  paling bela agama. Penggemarnya banyak. 
Ustad dadakan seolah paling tahu agama, hingga penggemarnya ikut-ikutan paling kencang merasa paling paham agama. 

Ilmunya sekelas....., nyinyirin ijtihadnya orang alim. Nepuk dada seolah paling ngerti quran dan sunah nabiNYA. 

Inilah dunia kita, dunia dipenghujung senja. Orang yg alim dinyinyirin, ustad abal-abal dipuja-puja.

Dunia kita saat ini, banyak orang bodoh tidak menyadari kebodohannya, hingga dengan bangga mengajarkan kebodohannya dihadapan orang yg lebih bodoh, 

Sekelas profesorpun kadang ikut uforia seperti benang kusut usut punya usut ternyata diapun penghasut.

Sederetan mereka telah menggejala di dunia maya hindari mereka..

Imam al-Ghazali dalam kitab "Faishilut Tafriqah bainal Islâm wal Zindiqah" pernah berpesan seperti ini.


لِأَجْلِ الجُهَّالِ كَثُرَ الخِلَافُ بَيْنَ النَّاسِ.  وَلوْ سَكَتَ مَنْ لَايَدْرِيْ لَقَلَّ الخِلَافُ بَيْنَ الخَلْقِ

"Karena orang-orang dungulah terjadi banyak kontroversi di antara manusia. Seandainya orang-orang yang bodoh berhenti bicara, niscaya berkuranglah pertentangan di antara sesama."

Apakah kalian masih percaya bahwa mereka pakar ? Para Nelayan ditanah seberang berkata , bukan ! Mereka adalah kelompok makar.

Apakah kalian percaya mereka profesor? Kata para petani itu, Bukan !! Mereka itu adalah profokator.

Apakah kalian percaya bahwa ahli Agama? Kata para santri itu, Bukan merek itu adalah penjual agama.

Mereka telah menghina para Jamaah Sesepuh Alim ilmu di Munas itu mereka seperti Pribahasa " Air beriak tanda tak dalam..

Mereka tak paham seperti nguyahi segoro..
Anda yang santri dari guru guru yang bersanad dengan jajararan munas NU nggak usah ikut ikut terpengaruh memercikkan api fitnah pembenci karena sekali ikut akan terbakar barokah dan kemanfaatan ilmu kalian faham !

Kalau sudah seperti ini marilah kita jernih ikut Ulama yang fasih dalam dan wara serta zuhudnya agar selamat dunia akhirat.

Abdullah Faizin

Baca juga : Habib Luthfi bin Yahya: Tidak sedikit yang Kuwalat Sama NU

Bagikan: