Jangan Mau Dibohongi ! Komite Khittah NU-26 Digagas Pendukung Prabowo untuk Memecah Suara NU

Jangan Mau Dibohongi ! Komite Khittah NU-26 Digagas Pendukung Prabowo untuk Memecah Suara NU

Tribunsantri.com - Drs Chairul Anam (Cak Anam) adalah tokoh yang berada di balik Komite Khittah NU-26 yang belakangan ini kerap mengadakan halaqah untuk menyerang PBNU.

Cak Anam mengatakan, PBNU telah melakukan pelanggaran terhadap AD/ART organisasi karena mantan Rais Aam KH Ma'ruf Amin menerima tawaran menjadi cawapres.

Baca juga : Koar-Koar Kembalikan NU ke Khittah, Tapi Digiring Dukung Prabowo

Ketua Bidang Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas membantah bahwa kiai Ma'ruf Amin tidak melanggar AD/ART NU meski dicalonkan sebagai cawapres Jokowi. Alasannya, kata dia, kiai Ma'ruf langsung mengundurkan diri sebagai rais aam.

"Oh, kalau itu sudah clear, clear," kata Robikin di Banjar, Selasa, 26 Februari 2019.

Robikin menjelaskan dalam AD/ART NU memang ada aturan mengenai rangkap jabatan, terutama dengan jabatan politik. Di tingkat PBNU, rais aam, wakil rais aam, ketua umum, dan wakil ketua umum dilarang rangkap jabatan dengan jabatan politik. 

Baca juga : Ini Bantahan PCNU Lasem Atas Pernyataan Hamdi Suyuthi yang Menyebut NU Lasem Lepas dari PBNU

"Dalam hal ini yang kebetulan menjabat, kalau mencalonkan atau dicalonkan, pilihannya ada dua, mundur atau dimundurkan. Dan beliau (Ma'ruf) sudah memenuhi mekanisme itu," ujarnya.

Manuver Cak Anam yang bersembunyi di balik Komite Khittah tak lebih dari sekedar ingin menghancurkan soliditas warga NU menghadapi pilpres2019.

Sebab ia merupakan pendiri Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU) yang sudah lama jadi mayat. Untuk menyalurkan aspirasi politiknya, PKNU melebur ke dalam partai Gerindra.

Baca juga : Penumpang Gelap, Kalau Tidak Cocok Silahkan Pindah Kapal, Jangan Ngaku Pengurus tapi Bikin Rusuh

“Dengan Gerindra adalah bagaimana memperjuangkan rakyat miskin supaya taraf hidup mereka lebih baik," kata pria yang kata Cak Anam seperti dilansir id.beritasatu.com, Senin, 18 Februari 2013.

"Ini kesepakatan aspiratif, bahwa saya ingin aspirasi politik PK NU disalurkan ke Gerindra dan memenangkan dia dalam Pemilu 2014," lanjutnya.

Dan untuk pilpres 2019, Cak Anam mendukung penuh Prabowo-Sandi, Bahkan, ia mempersilakan Gedung Astranawa miliknya untuk dijadikan markas Tim Pemenangan Prabowo-Sandi.

“Astranawa bisa dimanfaatkan sebagai posko pemenangan,” ucap Cak Anam ketika menerima kunjungan dari pengurus DPD Partai Gerindra Jawa Timur (Jatim) di kediamannya kawasan Kutisari, Surabaya, Sabtu (18/8).

“Pilihan Prabowo kepada Sandi pilihan yang tepat, karena Sandi adalah jawaban atas persoalan rakyat saat ini,” kata mantan ketua PW GP Ansor Jatim tersebut.

Baca juga : KH Marzuki Mustamar : Barangsiapa Ikut Kekuatan Politik yang Terobsesi Menghancurkan NU, Segera Bersyahadat!

Dari situ, bisa diketahui bahwa Komite Khittah yang bertujuan politik untuk memecah suara NU dengan tujuan agar warga NU tidak mendukung capres-cawapres nomor urut 01 dan disaat yang bersamaan warga NU digerek mendukung pasangan nomort 02.

Selain itu, tokoh-tokoh yang berada di balik Komite Khittah NU-26 adalah mereka yang secara terang-terangan mendukung Prabowo-Sandi dan sebagian berada dalam tim pemenangan (BPN).

Jadi, jangan mau dibohongi. Tetap istiqomah ikut komando PBNU. [tsn]

Bagikan: