Ini Bantahan PCNU Lasem Atas Pernyataan Hamdi Suyuthi yang Menyebut NU Lasem Lepas dari PBNU

Ini Bantahan PCNU Lasem Atas Pernyataan Hamdi Suyuthi yang Menyebut NU Lasem Lepas dari PBNU

Tribunsantri.com – Ketua PCNU Lasem KH Moh Sholahuddin Fatawy membantah pernyataan Hamdi Abdul Jabbar, Dewan Syura FPI Rembang yang mengatakan PCNU Lasem lepas dari PBNU.

Kiai Sholehuddin menegaskan, PCNU Lasem, hingga saat ini tetap tunduk kepada PBNU. Hamdi, kata Sholehuddin tidak masuk dalam struktur PCNU Lasem. Apa yang dikatakan oleh Hamdi merupakan kebohongan besar. Bahkan dalam urusan Pilpres 2019, PCNU Lasem tetap setia dan mendukung ulama dari Nahdltul Ulama.

Baca juga : Koar-Koar Kembalikan NU ke Khittah, Tapi Digiring Dukung Prabowo

Pihaknya juga menjelaskan, Hamdi Suyuti adalah alumni LIPIA/LPBA Jakarta yang sudah barang tentu semua masyarakat sudah mengetahui afiliasi ideologinya

"Bahwa PCNU Lasem sampai saat ini masih tetap berkhidmah untuk ummat dan taat serta tunduk kepada PBNU," tegas Sholahuddin seperti dilansir dutaislam.com.

Sebelumnya, duta.co melansir berita berjudul “Derai Air Mata Warnai Halaqah VI KK 26 NU, Mencuat 'Amandemen' Kata Kafir dan Muktazilah” Rabu (07/03/2019). Dalam berita tersebut, Hamdi Suyuthi mengatakan, NU Lasem lepas dari PBNU. Menurutnya, PBNU telah melakukan penyimpangan.

“Saya ini diutus oleh Kiai Hamid untuk mencermati penyimpangan pengurus NU. Dan kita lihat sudah lama (pengurus) NU menyimpang. Saya selalu ikuti ceramah Kiai Said Aqil, dari sini jelas NU sudah dijangkiti paham Syiah. Jadi, NU Lasem sudah lepas diri dari PBNU sekarang,” kata Hamdi.

Baca juga : Mereka yang Tak Suka NU Melakukan Berbagai Upaya Agar Umat Semakin Benci NU

Dan lucunya, untuk menyelamtakan NU, menurut Hamdi, warga NU tidak boleh memilih pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-KH Maruf Amin.

“Karena itu, kalau ingin NU selamat jangan pilih 01. Kalau sampai 01 menang, NU tidak akan selamat. Mereka ini menghancurkan NU,” kata Hamdi.

Sampai disini tentu kita paham, bahwa Halaqah Komite Khittah yang digelar di PP Al-Qutub Cipadung, Cibiru, Bandung itu tidak bertujuan untuk kepentingan NU tapi lebih kepada memecah belah NU.

Baca juga : KH Marzuki Mustamar : Kalau Ada Warga NU Mendukung Calon yang Didukung Wahabi Berarti Dihatinya Bukan NU

Bagikan: