Eksponennya Targetkan 25 Juta Suara untuk Prabowo, Sekjend Muhammadiyah : Menurut Survei Mayoritas Warga Muhammdiyah Dukung Jokowi

Eksponennya Targetkan 25 Juta Suara untuk Prabowo, Sekjend Muhammadiyah : Menurut Survei Mayoritas Warga  Muhammdiyah Dukung Jokowi

Tribunsantri.com - Aliansi Pencerah Indonesia (API) yang merupakan kumpulan eksponen Muhammadiyah dan Aisyiyah, menyatakan dukungannya pada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pilpres 2019 dan menargetkan 90 persen atau 25.7 juta suara warga Muhammadiyah untuk paslon nomor urut 02 tersebut.


"Diperkirakan 90 persen lebih warga Muhammadiyah-Aisyiyah se-Indonesia akan memilih pasangan 02 ini, karena memang secara visi-misi, kapasitas, dan kualitas, pasangan ini dipandang lebih mampu menjawab tantangan persoalan bangsa yang demikian kompleks," kata Suyatno yang mengaku sebagai Dewan Pengarah API .


Baca juga : Ustaz Yusuf Mansur Ungkap Sisi Religiusitas Jokowi yang Jarang Diketahui Orang

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jendral (Sekjend) PP Muhammadiyah Abdul Mu'thi mengatakan bahwa apa yang diklaim API berlebihan. Dia mengatakan, ada survei yang menyebut mayoritas warga Muhammadiyah mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.


"Saya kira 25,7 juta suara itu agak berlebihan. Waktu pak Amien Rais, mantan ketua umum PP Muhammadiyah dan salah satu putra terbaik Muhammadiyah, maju sebagai calon presiden tahun 2004, jumlah dukungan warga Muhammadiyah tidak sebesar itu. Bahkan ada lembaga survei yang menyebutkan mayoritas warga Muhammadiyah justru mendukung pasangan Jokowi-KMA," ucap Mu'thi.


Baca juga : Tak Mau Partainya Mati Gara-gara Dukung Prabowo-Sandi, SBY Bebaskan Kader Demokrat Dukung Jokowi-Kiai Ma'ruf

Abdul Mu'thi pun menegaskan organisasinya netral pada pilpres 2019.


"Secara organisasi Muhammadiyah netral. Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis yang bersifat kepartaian dan kekuasaan. Sesuai dengan khittah Denpasar, Muhammadiyah terlibat dalam politik nilai dan politik kebangsaan (high politics). Kalau ada yang terlibat dalam tim sukses, itu merupakan afiliasi pribadi bukan organisasi," katanya, Minggu (3/3/2019).


Abdul Mu'ti mengatakan warga Muhammadiyah tak dilarang ikut dalam politik. Namun, mereka diminta untuk bersikap dewasa dan menjaga kerukunan.


"Muhammadiyah memberi kebebasan kepada anggotanya untuk terlibat dalam politik, tetapi hendaknya semuanya bersikap dewasa dengan tetap mematuhi ketentuan persyarikatan dan menjaga kerukunan serta membina persatuan," ujarnya. [Detik]

Bagikan: