Dzurriyah Pendiri NU Tak Bisa Asal Klaim Nasab dalam Dukungan Pilpres

Dzurriyah Pendiri NU Tak Bisa Asal Klaim Nasab dalam Dukungan Pilpres

Tribunsantri.com - Dalam kontestasi pilpres kali ini,  posisi NU semakin tampak seksi.  Sekalipun secara organisasi menyatakan netral,  namun mayoritas ulama dan warganya telah sepakat menentukan pilihan. 

Yakni mendukung KH Makruf Amin yang jelas merupakan kader tulen NU.  Bahkan beliau saat digandeng Pak Joko Widodo masih mengemban amanat sebagai Rois Am PBNU,  jabatan tertinggi di organisasi ini.  Tentu dengan segala argumen dan klaim dukungannya. 

Baca juga : Jangan Mau Dibohongi ! Komite Khittah NU-26 Digagas Pendukung Prabowo untuk Memecah Suara NU

Dukungan juga datang ke kubu Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno. Tentu dengan argumen dan klaim versi sendiri untuk mendukung pilihannya itu.  

Dalam demokrasi, memilih yang diyakini adalah suatu hak.  Dan itu sah secara konstitusi.  Indah sekali bukan?  

Namun,  sayangnya,  ada beberapa orang yang melakukan klaim dukung mendukung salah satu paslon dengan membawa-bawa label sebagai dzurriyah (keturunan) Pendiri NU. 

Baca juga : PBNU Tak Langgar Khittah, Alissa Wahid Minta Komite Khittah Menahan Diri

Mari kita bahas sedikit saja masalah ini.  Pendiri NU sesungguhnya ada banyak sekali.  Ada pendiri yang ikut bertanda tangan sebanyak 12 orang. 

Ada pendiri yang ikut hadir dalam deklarasi berjumlah 30an ulama.  Ada pula pendiri dalam arti cikal bakal NU generasi awal di daerah-daerah.  

Kini,  jika kita persempit maknanya pendiri NU hanya 12 ulama saja seperti yang sudah masyhur,  maka kita bisa menjumpai sudah ada sekitar 2-6 generasi.  Jumlahnya ada ribuan orang.  

Banyak diantaranya yang masih aktif dan ikut berjuang di NU,  namun banyak juga yang sudah tidak diketahui aktivitas keNUannya. 

Karena NU didirikan untuk mewadahi ulama dan umat,  bukan sekedar untuk kepentingan pendiri dan keturunannya,  maka tanpa mengurangi rasa hormat kepada para Muassis Rahimahumullah (Para Pendiri NU yang semoga senantiasa disayangi Gusti Allah) , kita wajib waspada.

Jika ada yang mengatasnamakan dzurriyah pendiri NU dari kedua belah pihak,  silakan cek secara detail bagaimana aktivitas keNUan beliau-beliau saat ini. 

Salam cinta NU 💖💖💖
Salam cinta NKRI Harga Mati 🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Oleh : Shuniyya Ruhama 

Bagikan: