Dedengkot 212 Haikal Hasan Mulai Kepanasan Dengan Rencana 10 Juta Warga Nandliyyin Kumpul di Jakarta

Dedengkot 212 Haikal Hasan Mulai Kepanasan Dengan Rencana 10 Juta Warga Nandliyyin Kumpul di Jakarta

Tribunsantri.com - Saat Munas Alim Ulama NU di Kota Banjar, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu, Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhuar megajak warga Nahdliyyin untuk berkumpul di Jakarta dalam rangka Harlah NU ke-96 tahun berdasarkan kalender Hijriah.

"Kita hampir satu abad. Kalau usia Masehi memang 93 tahun. Tapi usia Hijriah sudah 96 tahun. Insyaallah 16 Rajab sebagai hari Hijriah Nahdlatul Ulama, kami harapkan nantinya Jakarta bisa dipenuhi oleh keluarga nahdliyin dan nahdliyah tidak kurang 7-10 juta kita harapkan," ujar kiai Miftachul, Rabu (27/2/2019).

Baca juga : Nyinyir terhadap Keputusan Munas NU, Tengku Zulkarnain dan Haikal Hassan Kuwalat "Kafir"

Dalam salah satu video yang beredar di media sosial, Haikal Hasan sebagai dedengkot 212 mulai kepanasan dengan rencana tersebut. Haikal menilai acara yang akan digelar 16 Rajab bertepatan dengan 23 Maret tersebut ingin menandingi aksi 212 yang bertujuan politis. Bahkan, dalam komentarnya, ia seolah menganggap kecil warga NU. 

“Tanggal 23 Maret, ada yang mau kumpul di Monas, yeeee, ketahuan. Mau jumlahnya biar banyak, sampai kayak 212, yaaa..” kata Haikal dengan nada mengejek.

Bagi NU sangat mudah mengumpulkan 10 juta orang. Sebagaimana dirilis oleh sejumlah lembaga survei, warga NU kurang lebih berjumlah 92 juta. Kalau hanya 10 juta, sangat kecil bagi NU. Cukup dua Banom yakni Banser dan Muslimat saja sudah lebih 10 juta. Saat ini anggota Banser kurang lebih 5 juta dan Muslimat 32 juta.

Baca juga : Sebut NU Radikal, Ansor Beri Ferdinand Hutahaean 1X24 Jam untuk Klarifikasi

Berkumpulnya warga NU di Jakarta dimaksudkan untuk menjaga keutuhan NKRI. Kiai Miftachul menjamin tidak akan ada pidato politik pada acara itu.

"Jangan coba-coba mengganggu, mengusik NKRI. Statement itulah jadi maknawiyah nantinya dan, insyaallah, Allah akan menjaga negara kita yang tercinta ini," katanya.

Bagikan: