BPN Sebut Prabowo Tak Bakal Beri 'Panggung' pada FPI

BPN Sebut Prabowo Tak Bakal Beri 'Panggung' pada FPI

Tribunsantri.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Mardani Ali Sera menyebut Prabowo tak akan memberi panggung kepada Front Pembela Islam (FPI) untuk berkuasa.

Hal ini dikatakan Mardani saat ditanya apakah FPI akan diberi kekuasaan jika Prabowo memenangkan pemilu.

Baca juga : BPN Prabowo: HTI Bisa Hidup Lagi, Asal Mengakui Pancasila

"Tidak. Normal saja. Semua diperlakukan Pak Prabowo sesuai dengan tempatnya," ujar Mardani .
FPI selama ini terlihat dekat dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan Prabowo, seperti Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendukung Prabowo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Tak hanya itu, Prabowo juga dekat dengan pentolan FPI Rizieq Shihab. FPI sebelumnya menyatakan bakal mendukung Prabowo-Sandiaga Uno namun dengan kontrak politik. 

Mardani menyatakan semua akan tetap normal seperti kontrak politik antara FPI dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, kata Mardani, beberapa hal disepakati antara FPI dengan Anies Baswedan seperti tidak boleh korupsi, serta tidak boleh tidak hadir ketika bertugas. 

"Perlakukan semua dengan penuh kasih sayang. Jadi FPI sendiri tidak meminta balasan apa-apa," ucap Mardani dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (30/3). 

Meski menyatakan FPI tak bakal diberi panggung ketika Prabowo-Sandi berkuasa, Mardani ingat pernyataan Prabowo tentang penjemputan Rizieq dari Makkah kembali ke Indonesia. 

Rizieq lebih dari satu tahun tak berada di Indonesia. Ia meninggalkan Indonesia tak lama setelah diduga terjerat kasus penghinaan lambang negara serta penyebaran percakapan tak senonoh. 

Prabowo sebelumnya berulang kali menyatakan akan membawa Rizieq kembali ke Indonesia jika memenangkan Pilpres 2019. Ia bahkan tak ragu mengirimkan pesawat pribadinya untuk menjemput Rizieq.

Mardani menyatakan belum ada rencana pasti mengenai itu sebab banyak hal harus dipersiapkan terlebih dahulu. 

"Kan harus detail paspornya masih berlaku atau tidak, ada izin tinggalnya atau tidak, macam-macam. Itu kan enggak sembarangan," tutur Mardani. 

Ia turut mengindikasikan penjemputan bakal dilakukan setelah Prabowo resmi menjabat sebagai presiden. "Kalau pas diumumkan menang, belum punya kekuasaan apa-apa," ujarnya sambil tertawa. [cnn]

Bagikan: