Wahabi, HTI dan Kelompok Radikal Kompak Hancurkan Pancasila dan NU

Wahabi, HTI dan Kelompok Radikal Kompak Hancurkan Pancasila dan NU

Tribunsantri.com - Pilpres 2019 sudah diambang pintu, gemuruh kontestasi politik semakin memanas, namun yang harus kita cermati adalah bahwa pilpres saat ini bukan urusan politik saja, ada tiga kelompok Wahabi, HTI, dan radikal yang ingin menghancurkan Pancasila dan NU yang saat ini berkolaborasi dengan para politisi yang haus kekuasaan.

Pegiat medsos Yusuf Muhammad dalam akun facebooknya menulis dan ingin mengajak netizen untuk bangkit melawan kelompok-kelompok yang ingin hancurkan NU dan Pancasila, berikut ulasannya:

Baca juga : Politisasi Agama, Cara HTI dan Khawarij Hancurkan Negara

Sudah sekian lama NU sabar. Kesabaran NU itu ternyata dimanfaatkan Wahabi, HTI dan kelompok radikal lainnya untuk menghancurkan NU. Tiada hari tanpa fitnah yang ditujukan ke NU, baik fitnah terhadap ulama, tokoh dan pengurus tinggi NU, fitnah terhadap program NU (Islam Nusantara, dll), fitnah terhadap fikrah siyasah NU (Pancasila dan pilar lainnya) dan fitnah terhadap warga NU. Fitnah-fitnah tersebut jika dibiarkan ternyata dapat merubah maindset umat Islam yang dipaksa melakukan pembenaran terhadap fitnah tersebut.

Baca juga : HTI Lebih Berbahaya Daripada Kelompok Separatis

Sekarang saatnya, pemuda NU dan pegiat NU turun gunung, bangun dari pertapaan untuk memberangus kelompok Islam radikal tersebut yang telah memaksakan dan memonopoli kebenaran atas tafsir agama. Saat ini bukan saatnya pakai istilah “yang waras mengalah”, “diam itu emas”. Saatnya sekarang membungkam fitnahan-fitnahan mereka.

Caranya adalah dengan mendatangi majelis tausiyah mereka, liqo’ mereka, kajian mereka dan tabligh mereka. Pemuda NU harus berani berargumen di kandang mereka walau sendirian. Sekali lagi, walau sendirian.

Baca juga : Wahabi Kerap Viralkan Ustad Aswaja yang Berseberangan dengan NU?

Hal itu pernah saya lakukan disaat jamaah Wahabi mengadakan kajian, sengaja saya datang, bermaksud tabayun dan meluruskan kesalahan pikir mereka. Saat sesi tanya jawab, sengaja saya bertanya, tepatnya menguji, sampai dimana pengetahuan keislaman ustadz Wahabi/HTI tersebut. Ternyata ketika kita counter balik argumennya, mereka kelabakan, karena dalam tradisi mereka itu adanya doktrin satu arah. Sehingga ketika ada yang mendebat (dua arah), mereka kaget.

Walau saya sendiri yang berada di kandang mereka, tapi alhamdulillah mereka sekandang plus ustadznya belum bisa mematahkan argumen saya. Dan mereka akan takut jika didebat pendapatnya dengan cara saya meluruskan pendapatnya. Jadi sekali lagi, pemuda dan pegiat Aswaja (NU) harus berani melawan mereka walau dikandangnya. Cari tempat kajian mereka, datangi dan tekuk argumennya. (ARN)

Bagikan: