Syekh Taufiq Al-Buthi: Indonesia Taman Surga, Jangan Kau Bakar Keindahannya

Syekh Taufiq Al-Buthi: Indonesia Taman Surga, Jangan Kau Bakar Keindahannya

Tribunsantri.com - Ketua Persatuan Ulama Suriah Syekh Taufiq Ramadhlan Al-Buthi mengungkapkan kekagumannya terhadap Indonesia. Ia mengatakan Indonesia adalah taman Surga.

“Indonesia kuat karena persatuannya. Persatuan terwujud karena tekadnya. Indonesia adalah taman surga, maka jangan engkau bakar keindahannya," lanjut Syaikh al-Buthi memuji kerukunan, kedamaian dan keindahan Indonesia seperti direkam Sya’roni As-Safuriy, Rabu (27/2) di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat.

Baca juga : Ulama Mesir Syekh Musthafa Zahran Ungkap Belang Hizbut Tahrir

Kekaguman Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi kepada Negara Indonesia terus terlontar dari mulutnya. Setelah beliau menyitir sebuah hadits bahwa Islam akan datang pada suatu golongan yang berbondong-bondong masuk dan menerima ajaran Islam tanpa ada paksaan bagai siang dan malam. Bahkan rela mengorbankan segalanya demi memuliakan agama Islam.

Dibawa oleh para ulama pada masa Dinasti Abbasiyyah. Dipertahankan oleh para ulama dan raja-raja hingga Syekh Taufiq Al-Buthi sulit untuk menceritakan semua perjuangan dan kegigihan mereka. Wali Songo merupakan terusan dari perjuangan Pangeran Trunojoyo.

Baca jugaPeneliti Mesir: di Dunia ini Hanya ada 2 Firqah yang Bagus 'Al-Azhar Mesir dan NU Indonesia'

Dengan kecintaan yang besar pada Islam dan menerima dengan tangan terbuka secara sukarela. Semua yang disifati Rasulullah SAW persis ada di Indonesia. Bahkan tiga abad lebih Portugis dan Belanda menjajah negeri Indonesia namun tak mampu merubah sedikitpun keislamannya.

Kemudian Syaikh Taufiq al-Buthi menyimpulkan bahwa cara menyelamatkan negeri di mana kita tinggal ialah dengan tiga hal: ilmu, tazkiyyatun nafsi, dan sikap waspada.

Selain Syekh Taufiq, ulama dari Mesir Syekh Musthafa Zahran yang hadir dalam perhelatan Munas dan Konbes NU 2019 ini juga turut mengisi seminar yang dibawakan dengan bahasa Arab tersebut. [NUOnline]

Bagikan: