Sugi Nur, Ustadz Kubur yang Amburadul

Sugi Nur, Ustadz Kubur yang Amburadul

Tribunsantri.com - Sejak Gus Nur balik mendukung Habib Rizieq setelah jadi Ahoker dan menyatakan kepada publik (via Youtube) bahwa; siapa saja yang tidak mendukung HRS akan celaka tujuh turunan, namanya makin marak dibicarakan.

Pelaknatan membabi buta itu sempat viral karena dimuat di situs Youtube. Kalimat yang terkenal darinya adalah "Habib Rizieq sudah melakukan Mubahalah. Sumpah demi Allah, siapapun dirimu, mau Kapolri, mau Kapolda, apalagi (ahoker) cuma kuli bangunan, maka hancur hidupmu. Tujuh turunan kalian akan celaka," tegas Gus Nur beberapa bulan lalu.

Baca juga : Jangan Remehkan, Berikut Ini Adalah Karomah Tak Terkalahkan Sugi Nur Raharja Rahimahullah

Dalam dunia persilatan, eh, dakwah ding, nama Gus Nur sebetulnya sudah dikenal cukup luas di kalangan umat Islam yang pernah mengundangnya. 

Dia disebut Uskub alias "ustadz kuburan". Sejak 2005, pengasuh Majelis Dzikir dan Dakwah Al Fatihah Probolinggo itu sudah menggunakan kuburan sebagai sarana mengingatkan orang-orang.

Baca juga : Ini Identitas dan Akhir Petualangan Sugi Nur Raharja Sebagai Ulama Abal-Abal

Dia berakting masuk kuburan, dikafani, lalu di dalam kubur tersebut ia mengeluarkan kata-kata, berceramah untuk didengarkan oleh hadirin. Dia diperbincangkan seiring moncernya Ustadz Abdul Somad yang aswaja rasa HTI itu yang muncul ke permukaan dengan segenap letupan-letupan parahnya.

Beda dengan Somad, munculnya Gus Nur langsung dengan cara-cara melaknat di luar kuburan, medianya. Ke publik, yang jadi perbincangan adalah kontroversi Gus Nur, bukan ilmu dan sumbangsih besarnya kepada umat Islam dan Indonesia. Ia justru melaknat siapa saja yang tidak mengikuti jalan "jahalah"nya. Tuh kan.

Baca juga : Detik-detik Ceramah Sugi Nur Disemprot Jemaah Wanita Karena Sebut Cebong

Tapi tidak banyak yang tahu kalau ustadz yang moncer langsung dengan sebutan "gus" itu hanya pandai bicara. Seorang habib yang mukim di Jakarta, kepada salah seorang sumber Dutaislam.com menyatakan bahwa membahas Gus Nur itu tidak baik untuk gizi ilmu. Baca Al-Qur'an saja, kata sang habib, masih nyeret-nyeret atau tidak pakai metode tajwid yang "yes", apalagi makhraj.

"Bagaimana mungkin seorang Gus yang sudah berani mengisi taushiyah tidak bisa membaca Al-Quran dengan baik dan tidak bisa memahami kitab-kitab gundul?" Demikian komentar habib berinisial IM yang juga alumnus Ponpes Sidogiri tersebut kepada Cak Usma, sumber Dutaislam.com, Kamis (27/07/2017).

Baca juga : Bermaksud Tabayyun, Ketua Rijalul Ansor Serdang Sumut, Malah Diseret Laskar Sugi Nur

Setelah dicek di Youtube, cara baca Qur'an ala Gus Nur sangat mengenaskan. Artinya, cara pandang agamanya jelas rata-rata sama dengan ustadz artis dadakan yang memburu tenar daripada belajar Al-Qur'an dengan benar. Masih percaya ustadz kubur bertarif puluhan juta tapi amburadul baca Qur'annya? Ya silakan saja jika ingin jadi pelaknat seperti dia. [dutaislam]

Bagikan: