Soal Puisi Fadli Zon, Mahfud MD : Dihukum Secara Moral, Orang Seperti Ini Layak Dipilih atau Tidak, Termasuk Partai dan Jagoannya

Soal Puisi Fadli Zon, Mahfud MD : Dihukum Secara Moral,  Orang Seperti Ini Layak Dipilih atau Tidak, Termasuk Partai dan Jagoannya

Tribunsantri.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Mahfud MD menilai puisi wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon berjudul 'Doa yang Ditukar' tidak pantas secara etika dan moral.

Menurut Prof Mahfud, puisi tersebut memang tidak melanggar hukum karena tidak secara jelas menyebut nama KH Maimoen Zubair. 

Baca juga : Protes Puisi Fadli Zon, GP Ansor Beri Waktu 5x24 Jam untuk Minta Maaf

“Orang melanggar hukum itu kalau subjeknya jelas. Puisinya Fadli Zon kan tidak menyebut nama Mbah Moen,” katanya, di Mataram, Senin, (11/02/2019).

Namun demikian, secara etika dan moral sangat tidak pantas. Di Indonesia, kata Mahfud, banyak orang melanggar etika, arogan dan menyebar fitnah dengan cara tidak menyebut nama orang secara langsung untuk menghindari jerat hukum.

Baca juga : Kiai Asep: Fadli Zon Hina Kiai Kita, Prabowo Harus Kalah Telak!

“Anehnya mereka ini merasa tidak bersalah. 
Padahal hukum itu harus dibangun berdasar etika,” jelasnya.

Oleh sebab itu, orang semacam Fadli Zon tak usah dipaksa minta maaf, cukup dihukum secara moral saja.

“Biar dihukum secara moral saja. Orang seperti ini layak dipilih atau tidak, termasuk partai dan jagoannya,” ujar Mahfud]

Sementara itu, Fadli Zon sendiri menolak minta maaf kepada Mbah Maimoen. Dia merasa tidak bersalah karena puisinya tak ditujukan kepada beliau. 

"Ya, untuk apa saya melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019). [tribunsantri]

Bagikan: