Soal 'Doa yang Ditukar', Fadli Zon Tolak Minta Maaf ke Kiai Maimoen

Soal 'Doa yang Ditukar', Fadli Zon Tolak Minta Maaf ke Kiai Maimoen

Tribunsantri.com – Puisi 'Doa yang Ditukar' yang ditulis wakil ketua umum (waketum) Gerindra Fadli Zon membuat warga nahdliyyin marah, karena dianggap menghina dan melecehkan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang merupakan ulama sepuh NU.

Di sejumlah tempat, para santri dan kiai turun ke jalan sebagai bentuk protes dan menuntut Fadli Zon minta maaf kepada Mbah Moen.

Di Mojokerto, pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah yang sekaligus ketua umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim membaca hizib Nashor beserta 11.000 santri yang ditujukan kepada Fadli Zon yang tak beradab.

Baca juga : Anggap Fadli Zon Hina Kiai Maimoen Zubair, Kiai Asep Baca Hizib Nashor bersama 11.000 Santrinya

Agar polemik tersebut mereda dan tidak menambah kemarahan para santri dan pencinta Mbah Moen, ketum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menyarankan Fadli Zon sowan kepada Mbah Moen dan minta maaf.

"Saya berharap bahwa Bang Fadli berbesar hati untuk minta maaf," kata Khofifah.

Baca juga : Khofifah Minta Fadli Zon Datang dan Minta Maaf ke Kiai Maimoen

Namun, Fadli Zon lagi-lagi merasa tak bersalah. Wakil ketua DPR RI ini menolak minta maaf karena, menurutnya, tak ada urgensi bagi dirinya untuk minta maaf.

"Ya, untuk apa saya melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Fadli pun berkelit bahwa puisinya tak ada hubungannya dengan Mbah Moen tapi ditujukan kepada penguasa.

Baca juga : Fadli Zon Dinilai Tak Paham Adab, Syuriah MWCNU: Awas Kualat Lho Ya

"Saya udah jelaskan beberapa kali bahwa puisi itu ekspresi dan nggak ada hubungannya dengan Mbah Maimoen. Saya kira bagi mereka yang memahami puisi, itu sangat jelas. Bahkan dalam puisi itu disebutkan kaum penguasa, Mbah Maimoen kan bukan penguasa," ujarnya. 

"Jadi jangan dipolitisir, jangan digoreng maupun dipelintir. Nggak ada sama sekali, saya mengenal beliau adalah ulama yang baik, ulama yang humble, ulama yang arif," imbuh Fadli. [Detik/tribunsantri]

Bagikan: