Setelah Kasasi Ditolak MA, HTI Resmi Jadi Ormas Terlarang, Begini Tanggapan Ismail Yusanto

Setelah Kasasi Ditolak MA, HTI Resmi Jadi Ormas Terlarang, Begini Tanggapan Ismail Yusanto

Tribunsantri.com - Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Setelah keputusan ini, HTI resmi menjadi ormas terlarang.


"Tolak kasasi," tulis amar putusan hakim seperti dilansir dari website resmi MA, Jumat (15/2/2019).

Baca juga : HTI Membakar Benderanya Sendiri


Putusan penolakan kasasi HTI tersebut dilakukan pada Kamis (15/2/2019. Sedangkan hakimnya terdiri dari Is Sudaryono, Hary Djatmiko, dan Supandi.

Kasus HTI berawal saat pemerintah dalam hal ini Mentri Hukum dan HAM (Menkumham) membubarkan HTI yang mengacu pada Undang-undang Ormas pada 2017 silam.

Tidak terima dengan keuputusan tersebut HTI melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Namun, setelah melaui proses sidang PTUN Jakarta menolak gugatan HTI pada Mei 2019.

Baca juga : HTI Lebih Berbahaya Daripada Kelompok Separatis


Vonis itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jakarta pada September 2018.


Kemudian, HTI melanjutkannya dengan proses Kasasi ke MA.

Menanggapi putusan MA tersebut, Juru Bicara HTI Ismail Yusanto mengatakan, pihaknya tidak kaget dengan putusan itu. Lagi-lagi Ismail Yusanto menilai keputusan tersebut tebang pilih dan beraroma politik.


"Dalam suasana dan budaya hukum saat ini yang sangat diskriminatif dan politis, putusan seperti itu sangat mungkin terjadi," ujar Ismail kepada Tribunnews.com, Jumat (15/2/2019).


Baca juga : Kenapa Hizbut Tahrir Dilarang di Timur-Tengah?




Untuk langkah selanjutnya, Ismail masih akan berkonsultasi dengan kuasanya hukumnya Prof Yusril Ihza Mahendra.


"Masih ada PK (peninjauan kembali).Mungkin kita akan mengajukan PK bila ada novum baru," katanya.


"Satu hal lagi, tolong jangan dikatakan HTI itu organisasi terlarang. Dalam putusan pemerintah maupun pengadilan, hanya disebut HTI dicabut status BHP (Badan Hukum Perkumpulan), dan itu berarti bubar, bukan terlarang," tandas Ismail. [Tribunnews]

Bagikan: