Robikin Emhas : Tuhan yang Kita Sembah adalah Allah SWT. Bukan Pilpres

Robikin Emhas : Tuhan yang Kita Sembah adalah Allah SWT. Bukan Pilpres

Tribunsantri.com - Publik bereaksi keras atas puisi doa wakil ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Neno Warisman yang dibacakan di panggung Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Puisi tersebut menuai kecaman publik Neno Warisman itu dianggap menantang dan mengancam Allah SWT.

Baca juga : Pendiri PAN: Neno Warisman Anggap di Luar 212, Termasuk NU dan Muhammadiyah Kafir

Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhas ikut menanggapi puisi Neno Warisman, berikut tanggapan Robikin yang diposting di akun Facebook miliknya:

Tuhan yang Kita Sembah adalah Allah SWT. Bukan Pilpres

1. Pengandaikan Pilpres sebagai perang adalah kekeliruan. Pilpres hanya kontestasi lima tahunan. Proses demokrasi biasa. Tentu akan ada yang dinyatakan terpilih dan tidak terpilih. Itulah mengapa konstitusi maupun regulasi lain tidak menggunakan istilah "menang" dan 'kalah".

Baca juga : Kecam Neno Warisman, Pendiri Alumni 212: Sangat Biadab, Kesucian Agama Islam Diperkosa

2. Jokowi Islam, Kiai Ma'ruf Amin Islam, Prabowo Islam, Sandiaga Uno Islam. Pasangan Capres-Cawapres semuanya beragama Islam. Lalu atas dasar apa kekuatiran Tuhan tidak ada yang menyembah kalau capres-cawapres yang didukung kalah? Apa selain capres-cawapres yang didukung bukan menyembah Tuhan, Allah SWT?

3. Tak usah berusaha mengukur kadar keimanan orang. Apalagi masih terbiasa ukur baju orang lain dengan yang dikenakan sendiri.

4. Berdoa merupakan bagian dari cara membangun hubungan baik dengan Allah SWT. Itulah mengapa Islam memberi guidance tata cara berdoa, yang antara lain dengan adab yang baik, dengan penuh sopan santun. Tentu juga tidak memanipulasi fakta. 

5. Ingat, Tuhan yang kita sembah adalah Allah SWT. Bukan Pilpres. Bahkan bukan agama itu sendiri.

Oleh : Robikin Emhas, ketua PBNU bidang hukum

Bagikan: