Perbedaan Istighotsah, Munajat, dan Isti’anah

Perbedaan Istighotsah, Munajat, dan Isti’anah

Tribunsantri.com - Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ada tiga istilah berdoa yang biasa dilakukan oleh warga Nahdliyyin, yaitu Istighotsah, Munajah dan Isti'anah. Namun banyak dari kita yang belum megetahui perbedaan dari ketiga istilah tersebut.

Dikutip dari NU Online, ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menjelaskan perbedaan dari ketiga istilah tersebut.

Kiai Said menjelaskan, Istighotsah adalah memohon pertolongan kepada Allah dengan cara berjamaah atau ramai-ramai, hal ini agar cepat terkabul. 

Sebaliknya, jika permohonan tersebut tidak ingin cepat dikabulkan maka disebut Isti'anah. Dan jika dilakukan sendirian, di waktu malam misalnya, maka disebut Munajah.

“Kalau yang kita mohon itu dengan cepat (dikabulkan Allah, red.) disebut istighotsah. Kalau tidak ingin cepat (dikabulkan Allah) disebut istianah. Kalau minta kepada Allah dilakukan sendirian, malam-malam disebut munajah,” jelas kiai Said.

Ketiga istilah tersebut merupakan jenis berdoa yaitu permohonan dari yang derajatnya lebih rendah (hamba) kepada yang lebih tinggi (Allah). Sedangkan jika permintaan tersebut dari atas yakni dari Allah kepada makhluknya disebut perintah.

“Kalau permintaan sesama manusia yang sepantaran disebutiltimas, bukan perintah, bukan doa,” katanya lagi.

Selain itu, kiai Said juga menjelaskan kata Aurad, jamak dari Wirid. Wirid adalah cara berdoa baik berupa kalimat tertentu yang diperoleh melalui iajzah dari guru atau berupa puasa dengan hari tententu dan dengan jumlah tertentu pula 

“Itu mintanya kejutan. Warid, bahasa arabnya, kejutan. Semuanya itu dinamakan dzikir sesuatu yang bisa mendekatkan kepada allah, kita persembahkan kepada Allah,” katanya lagi. [Tribunsantri]

Bagikan: