Pengasuh Pesantren Lirboyo: Meskipun Mengaku NU, Jangan Percaya Kelompok yang Tak Akui NU, Karena Mereka Wahabi

Pengasuh Pesantren Lirboyo: Meskipun Mengaku NU, Jangan Percaya Kelompok yang Tak Akui NU, Karena Mereka Wahabi

Tribunsantri.com - Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur KH Anwar Manshur mewanti-wanti agar para santri mewaspadai orang-orang yang mengaku bagian dari Ahlussunnah tapi tak mengakui NU.

"Para santri harus waspada terhadap orang yang mengaku-ngaku Ahlussunnah, tapi tidak mau mengakui NU,” kata Kiai Anwar Manshur.

Baca juga : KH Anwar Manshur Lirboyo : Wahhabi dan Anteknya yang Mengatakan Tidak Usah NU-NUan

Orang-orang ini, kata Kiai Anwar Manshur, suka menjelek-jelekkan ulama yang ada di struktural NU bahkan NU itu sendiri mereka serang.

 “Yang dilakukan kalangan ini adalah menjelek-jelekkan pemimpin NU, termasuk tentu saja NU itu sendiri, lanjutnya. 

Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim itu menegaskan, meskipun mengaku NU tapi kalau menjelekkan NU dan pimpinannya, hakikatnya mereka wahabi.

“Meskipun yang mengatakan dari kalangan NU, orang itu adalah NU yang Wahabi,” katanya. 

Baca juga : Mengapa Kita Harus Mencintai NU?, Ini Jawaban Sayyid Seif Alwi Ba'alawi

Kiai Anwar pun mengajak kepada para santri dan warga NU agar bersama-sama memikirkan keberlangsungan dan memperkuat oraganisasi yang dilahirkan oleh para ulama ini.

“Bukan pemimpinnya, karena pemimpin organisasi ibarat sopir bus. Dan sopir bus bisa diganti oleh siapapun,” ungkapnya. Yang justru harus dilakukan adalah bagaimana memperkuat jam’iyah NU. 

Beliau melanjutkan, jangan sampai kita ikut-ikutan mereka yang mengaku Aswaja tapi kerjaannya melemahkan bahkan menghancurkan NU.

Baca juga : KH Marzuki Mustamar : Kalau Ada Warga NU Mendukung Calon yang Didukung Wahabi Berarti Dihatinya Bukan NU

“Maka perkuat ke-NU-an kita, jangan mudah terbawa oleh orang yang mengaku-ngaku NU tapi menghancurkan NU, yaitu orang yang mengaku Aswaja tapi tidak mengakui NU,” tegasnya. 

Menurutnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama ini terjadi adalah karena NU. 

“Negara-negara Islam Timur Tengah hancur karena tidak adanya organisasi NU,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kiai Anwar Manshur menjelaskan Indonesia bukan hanya negara dengan penduduk mayoritas muslim, tapi juga bisa dikatakan paling solid keislamannya. Meskipun muslim di Indonesia sangat plural dan beragam, tapi penduduknya tetap akur dan harmonis.

Baca juga : Waspadai Pihak Yang Mau Menggoyang NU

Beda jauh dengan negeri-negeri di Timur Tengah yang sering dilanda konflik, perang saudara, dan ancaman akidah yang membahayakan. Banyak negara lain pun akhirnya berkiblat dan belajar dari bagaimana keharmonisan Islam di Nusantara. 

Hal tersebut, menurutnya bukan hal yang kebetulan. Ada peran NU sebagai wadah Islam di Indonesia dengan masyarakatnya beragam ini.

“Sebab, jika kita berkaca pada Arab Saudi, meskipun dikenal sebagai negara Islam, tapi mudah diserang dan dirong-rong. Karena di sana tidak ada organisasi keagamaan yang mewadahi agama Islam,” jelasnya. Sehingga haluan dan visi misi Ahlussunnah yang murni ajaran Rasulullah SAW mudah saja dibelokkan, lanjutnya.

Baca juga : Mereka Ingin Hancurkan Indonesia dengan Merusak NU

Dalam pandangannya, kuatnya Aswaja di Indonesia karena ada NU. “Kalau di Arab Saudi kuat, tapi tidak ada wadahnya. Ahlussunnah tanpa suatu wadah akan mudah dirusak,” tutupnya dengan bahasa Jawa.

Bagikan: