Mereka yang Zalim kepada NKRI dan NU Semoga Diberi Hidayah oleh Allah

Mereka yang Berbuat Zalim kepada NKRI dan NU Semoga Diberi Hidayah oleh Allah

Tribunsantri.com - Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Agus Salim prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia yang belakangan ini mengalami ancaman perpecahan akibat ulah kelompok garis keras yang terus melakukan adu domba dan memecah belah. 

Hal ini disampaikan pada pengajian bulanan dengan tema Istighotsah untuk Indonesia Aman dan Damai bertempat di Gedung PBNU, Jakarta Rabu (20/02/2019) malam.

Baca juga : Habib Luthfi bin Yahya: Tidak sedikit yang Kuwalat Sama NU

Ia menyebutkan, bahwa mereka memiliki sifat menjelek-jelekkan NU, para kiai dan tokoh-tokohnya. Hal ini terjadi karena NU paling lantang dan selalu berada di garda terdepan menolak mereka yang punya nafsu untuk mengganti ideologi negara menjadi khilafah atau yang lebih soft lagi, NKRI Bersyariah.

Kiai Agus Salim pun mengajak warga Nahdliyyin mendoakan mereka yang berbuat zalim kepada NU, NKRI dan kepada para kiai agar diberi hidayah oleh Allah SWT.

Baca juga : Menghina Pemerintah Sama Halnya Menghancurkan Negara

“Semoga mendapatkan hidayah mereka. Mereka yang berbuat zalim kepada NU, kepada NKRI, kepada kiai diberikan hidayah dari Allah,” katanya disambut amin jamaah yang hadir seperti dilansir NU Online.

Pada kesempatan yang sama, ketua Umum PBNu Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA juga mengajak warga warga NU berdoa agar bangsa Indonesia diberi rahmat sehingga terhindar dari perpecahan, apalagi dalam situasi menghadapi pemilu serentak 2019.

“Ya Allah, kami mohon bangsa Indonesia diberi rahmat, aman, satu, utuh, tidak pecah sebab pilpres, pileg, wabil khusus NU tidak boleh pecah. Wajib jadi satu. Selama NU jadi satu; kalau bersatu, urusan negara 65 persen selesai,” katanya. 

Baca juga : KH Idris Marzuki : Siapapun yang Memusuhi NU, Kalau Wali akan Luntur Kewaliannya, Kalau Tokoh Berpengaruh Akan Kehilangan Pengaruhnya

"Sekali lagi mudah-mudahan, barangsiapa yang khianat membikin pecah belah persatuan Indonesia, ia berkhianat kepada dirinya. Berkhianat kepada Allah. Kok tega banget, orang bikin.hoaks ingin Indonesia bubar, perang saudara. Padahal Indonesia dibangun dengan darah," katanya. 

Kiai Said menambahkan, kalau berkaca kepada sejarah, para kiai juga turut memperjuangkan negara ini. Kiai Zainal Musthafa dari Tasikmalaya meninggal karena dipenggal. Kiai Hamid Rusydi dari malang, meninggal diberondong Jepang. Di Lumajang Kapten Kiai ilyas meninggal. Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy'ari dipenjara di Mojokerto karena menolak seikerei yang diperintahkan Jepang. [tribunsantri]

Bagikan: