Media Wahabi Ancaman Nyata bagi NKRI

Media Wahabi Ancaman Nyata bagi NKRI

Tribunsantri.com – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU)  Kiai Ahmad Najib AR (Gus Najib) mengatakan, saat ini, media-media Wahabi menjamur yang kontennya sangat memprihatinkan.

"Masyarakat saat ini disuguhkan dengan tayangan televisi berbasis satelit serta relay radio Salafi Wahabi yang muatannya cukup memprihatinkan," kata Gus Najib.

Baca juga : Wahabi Kerap Viralkan Ustad Aswaja yang Berseberangan dengan NU?

Media Wahabi jumlahnya sangat banyak, baik televisi berbasis satelit, radio, website dan media sosial yang dikelola secara masif. Bahkan, hingga saat ini, kata kunci keislaman di Google masih didominasi media-media Wahabi.

Di media sosial seperti Facebook, banjir dengan fanpage-fanpage wahabi yang isinya kerap menyalahkan amaliyah yang menjadi tradisi warga Nahdliyyin. Dan celakanya, warga Nahdliyyin banyak yang menjadi pengikutnya dan ikut berpartisipasi dengan me-like dan membagikan konten-konten mereka. Hal ini dikarenakan warga nahdliyyin banyak yang tidak bisa membedakan mana media Aswaja dan mana media Wahabi.

Gus Najib menyebut ajaran Wahabi sangat berbahaya dan mengancam NKRI sebab ciri mereka dalam berdakwah adalah menyalahkan kelompok lain yang pada akhirnya akan menimbukkan gesekan di masyarakat akar rumput.

 "Dakwah mereka kerap menebar kebencian kepada kelompok lain, tidak toleran, bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang ramah dan rahmatan lil 'alamin," ungkapnya.

 "Dari mulai ceramah agama, juga status di media sosial, tidak jarang yang menyebarkan ajaran tendensius yang meresahkan bahkan berpotensi mengakibatkan perpecahan di masyarakat. Belum lagi banyak ajaran kalangan ini yang berlawanan dengan Pancasila," lanjutnya.

Baca juga : Begini Cara Salafi Wahabi Ngeles Jika Dihujani Kritik

Namun demikian, tayangan mereka sulit untuk dipantau karena disiarkan melalui satelit. Ditambah lagi, belum ada regulasi yang mengatur tentang isi siaran tersebut.

 "Apalagi dari segi regulasi, selama ini belum ada aturan yang memberikan pengawasan terhadap isi siaran dari televisi satelit tersebut," katanya.

Gus Najib berharap agar pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap media Wahabi tersebut. 

Untuk itu, Gus Najib berharap pemerintah melakukan pengawasan dengan ketat agar mereka tidak semena-mena. Sebab menurutnya, kalau mereka dibiarkan ancamannya adalah NKRI.

"Kalau kepada media yang memiliki izin siar resmi, pemerintah demikian selektif dan ketat, hal serupa juga harus diberikan kepada media beraliran Wahabi yang banyak mengudara di TV satelit tersebut," harapnya.

 "Taruhannya terlalu mahal, yakni eksistensi NKRI," sergahnya. [NUOnline/tribunsantri]

Bagikan: