Majelis Syuro PKS Ziarah Makam Wali dan Tahlilan, Warga NU Diminta Hati-hati Manuver Politik PKS

Majelis Syuro PKS Ziarah Makam Wali dan Tahlilan, Warga NU Diminta Hati-hati Manuver Politik PKS

Tribunsantri.com - Ziarah ke makam-makam para waliyullah yang menyebarkan Islam ke seluruh pelosok Nusantara sangat penting karena bisa menginspirasi keteladanan mereka dalam menapaki kehidupan saat ini.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri dalam lawatan di Jawa Timur dengan melakukan ziarah dan tahlil di makam Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik.

Baca juga : Santri Kiai As'ad Ikut PKS, Kiai Fawaid: "Demi Allah Saya Tidak Ikhlas"

Dalam ziarah dan tahlil tersebut, selain bersama Gubernur Jawa Barat periode lalu Ahmad Heryawan dan Ketua Himpunan Dai Muda Indonesia Habib Idrus Al-Jufri, Salim Segaf juga didampingi penasihat FPI Jatim Habib Muhammad Idrus Al-Habsyi dan Habib Hasan bin Abdullah Assegaf serta Caleg DPR Ahmad Iqbal.

"Dengan berziarah, kita bisa meneladani semangat para waliyullah, juga menapaktilasi perjuangan beliau-beliau," kata Habib Salim dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (22/2).

Setelah berziarah, Habib Salim menengok panti asuhan dan madrasah tertua yang berada di seberang kompleks makam, yakni Madrasah Ibtidaiyah Fathimiyah di Jalan Malik Ibrahim. 

"Saya menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada pengelola panti asuhan dan madrasah yang istiqamah mulai berdirinya tahun 1939 hingga kini telah mendapat akreditasi A," tuturnya.

Baca juga : Di Mata PKS, Prabowo Sudah Tidak Penting Lagi Karena Tak Laku Dijual

Usai mengunjungi madrasah, Habib Salim melakukan ziarah dan tahlil di makam Habib Abubakar Al-Qutb bin Muhammad Assegaf dan Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf di kompleks Masjid Jami' Gresik. Diketahui bahwa Habib Salim rutin menghadiri Haul Habib Abubakar setiap tahunnya. 

Setelah berziarah dan tahlil, Habib Salim dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Al-Karimi di Tebuwung, Gresik.

Dosa PKS kepada NU

Jauh sebelum ini, yaitu ketika PKS masih dipimpin oleh Anis Matta, ia juga melakukan ziarah ke makam para wali dan melakukan tahlilan. PKS dan NU ibarat minyak dan air, keduanya tak akan bisa berkumpul. 

Kita tentu masih ingat serangan orang-orang PKS kepada tokoh-tokoh NU.

Kader PKS Salman Alfarisi melalui kaun Facebooknya melontarkan kata-kata tidak pantas kepada KH Yahya Cholil Staquf saat beliau berkunjung ke Israel.

"Tak puas jadi Wantimpres di Istana Negara.. Cecunguk itu Angkat Telor Cari Muka ke Israel... Mau Merangkap Jadi Wantimpres Israel?" unggah Salman beberapa waktu lama, yang tak lama pernyataan tersebut pun hilang dari laman facebook-nya. Ia pun telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut.

Baca juga : PKS: Bagi HTI, Demokrasi, Parpol dan Pemilu, itu Kafir

Tak hanya Salman, Kader PKS lainnya, Tifatul Sembiring pun 'meramaikan' polemik keberangkatan Yahya ke Israel. Melalui akun Twitter-nya, ia mengajukan pertanyaan kepada Yahya yang langsung mendapat respon dari para netizen. Bahkan, Mantan Menteri Kominfo itu sempat mencuit bahwa dirinya tidak mengetahui bila Yahya adalah seorang Kiai.

Kritik atas kunjungan Yahya ke Israel tidak hanya datang dari dua kader PKS tersebut, tetapi juga dilontarkan oleh kader lainnya, seperti Ketua DPP PKS Nasir Djamil, Ketua Fraksi PKS di DPR RI Jazuli Juwaini, dan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.

Tentu ini hanya sebagian kecil saja kebencian PKS kepada NU. Masih banyak yang lainnya. Ini hanya sebagai bukti bahwa PKS memang tak bisa bersatu dengan NU.

Warga NU Diminta Hati-hati Manuver Politik PKS

Oleh sebab itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Adnan Anwar meminta supaya warga NU berhati-hati kepada manuver politik simbolik yang dilakukan PKS.

“Itu politik pengelabuan!” tegas Adnan.

Baca juga : KH Marzuki Mustamar : Barangsiapa Ikut Kekuatan Politik yang Terobsesi Menghancurkan NU, Segera Bersyahadat!

Adnan menambahkan, politikus PKS itu melakukan amalan warga NU, tujuannya hanya meraih simpati dan mendulang suara di saat citra PKS rusak. 

Lebih jauh Adnan mempertanyakan sikap PKS yang menolak asas Pancasila. Simak saja suara mereka dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ormas di DPR.

Baca juga : [Video] Sugi Nur Tantang Duel Kabid Humas Polda Jatim

Di akhir pernyataannya, Adnan kembali meminta warga NU kalau memilih partai harus memahami prinsip, kebijakan, dan sejarahnya. Jangan sampai dikelabui partai yang ternyata malah membidahkan amalan-amalan Ahlusunnah wal-Jamaah [rmol/NUOnline]

Bagikan: