KH Marzuki Mustamar : Kalau Ada Warga NU Mendukung Calon yang Didukung Wahabi Berarti Dihatinya Bukan NU

KH Marzuki Mustamar : Kalau Ada Warga NU Mendukung Calon yang Didukung Wahabi Berarti Dihatinya Bukan NU

Tribunsantri.com - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar mewanti-wanti agar warga NU mewaspadai kelompok Wahabi. Sebab, menurutnya, Wahabi sangat benci kepada kaum Nahdliyyin. Apapun mereka lakukan agar akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) hancur. Sementara NU adalah ormas yang konsisten mengamalkan paham Aswaja.

Bahkan, menurut pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Gadek Kota Malang itu, pengurus NU yang terindikasi punya kedekatan dengan paham Wahabi harus dipecat.

Baca juga : Soal Pilpres, Kiai Marzuki Mustamar : Pandai-pandailah Warga NU, Jangan Gampang Ditipu!

“Maka dari itu, kalau ada pengurus NU terindikasi berafiliasi dengan gerakan wahabi, bahkan kalau ada pengurus NU ngambil mantu yang jelas-jelas wahabi, itu sebaiknya dipecat,” ujar kiai Marzuki.

Kiai Marzuki melanjutkan, warga NU agar berhati-hati dalam memilih mantu.

“Jadi hati-hati pilih mantu. Jangan terima kalau ternyata tidak suka tahlilan. Hati-hati pilih RT, jangan sampai pilih yang wahabi. Hati-hati pilih Bupati, jangan sampai pilih Bupati yang wahabi. Hati-hati pilih presiden, jangan pilih yang didukung oleh kaum wahabi,” lanjutnya.

Baca juga : Waspadai Pihak Yang Mau Menggoyang NU

Kemudian beliau menegaskan bahwa apa yang diucapkannya tak bermuatan politis. Ia hanya mengingatkan kepada umat, bahwa tidak mungkin menitipkan NU dan aqidah ahlussunnah waljamaah kepada orang-orang wahabi.

“Ceramah yang begini ini sangat pas untuk warga NU. Kalau di sini ada yang sakit hati, berarti hatinya wahabi. Kalau ada yang ngaku NU tapi mendukung wahabi, berarti NU nya hanya di bibir saja. Kalau ada yang mendukung calon yang didukung wahabi, berarti di hatinya bukan NU, tapi wahabi,” katanya.

“Bagi yang ingin hidupnya berkah dan selamat hingga di akhirat, tetaplah menjaga tauhid. Jangan pernah menduakan Tuhan. Musyrik,” imbaunya. [Karta/tribunsantri.com]

Bagikan: