KH Marzuki Mustamar : Barangsiapa Ikut Kekuatan Politik yang Terobsesi Menghancurkan NU, Segera Bersyahadat!

KH Marzuki Mustamar : Barangsiapa Ikut Kekuatan Politik yang Terobsesi Menghancurkan NU, Segera Bersyahadat

Tribunsantri.com – Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar berpesan kepada warga NU dalam berpolitik, jangan sampai terjebak dan ikut serta dengan partai yang selama ini memusuhi dan menjelek-jelekkan NU, beserta tokoh dan kiainya. 

“Barangsiapa, barangkali ikut kekuatan politik yang bertentangan dengan NU, memusuhi NU, menghina NU, terobsesi menghancurkan NU, enggak usah besok, sekarang juga, segera “bersyahadat”. Saya tidak mengkafirkan dia, khawatir jadi kafir. Karena menghina NU, di sana ada wali, ada sya’ariul Islam, ada ulama,” jelasnya. 

Baca juga : Ketahuan, Mereka yang Selalu Bid’ahkan NU Ternyata Berbohong

Barangsiapa yang menghina syiar Islam, di dalam kitab Sulam Taufiq, termasuk murtad. Di dalam kitab Sahih Bukhari Nabi Muhammad SAW bersabda, siapa yang memusuhi waliku, saya nyatakan orang itu boleh diperangi. 

“Sekali lagi enggak boleh mendukung kekuatan apa pun yang menghalang-halangi, memusuhi, membenci Ahlussunah wal Jamaah Nahdlaltul Ulama,” tegasnya.

Baca juga : KH Marzuki Mustamar : Kalau Ada Warga NU Mendukung Calon yang Didukung Wahabi Berarti Dihatinya Bukan NU

Kiai Marzuki juga berpesan agar warga NU hati-hati dalam memilih calon suami maupun istri, lembaga pendidikan untuk anak-anak, termasuk dalam memilih pemimpin. Sebab, jika salah pilih, warga NU bisa dibohongi. 

Ia membuktikan, kalangan selama ini membenci NU menuduh cara beribadah Ahlussunah wal Jamaah NU tidak berdasar dan tak ada dalilnya, justru mereka menyembunyikan fakta. Padahal kenyataannya ada di kitab Sahih Bukhari dan Muslim. Misalnya, soal tahlilan, jari telunjuk lurus saat tahiyat akhir, qunut subuh, wiridan zahr, slametan, dan kenduri.    

Baca juga : PWNU Jatim: Jangan Pilih Pemimpin yang Didukung Wahabi

“Mbak-mbak IPP pilih IPNU saja. Fatayat pilih Ansor Banser. Pilih sing podo NU-ne. jangan pilih mereka, dikibulin, dibohongin, dikhianati. Menyekolahkan anak, sekiranya sekolah itu tidak Ahlussunah wal Jamaah, besok langsung dicabut, daripada kamu mati tidak ditalqin, daripada kamu mati enggak ditahlili, daripada kamu mati enggak dikirim doa, enggak dihauli, rugi membiayai anak habis ratusan juta,” jelasnya pada pengajian bulanan Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di halaman Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (21/2) malam. [NUOnline]

Bagikan: