Kenapa NU Masih Tetap Berdiri Sampai Saat Ini?

Kenapa NU Masih Tetap Berdiri Sampai Saat Ini?

Tribunsantri.com - Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Iskandar mengatakan, banyak organisasi yang kualat akibat memusuhi Nahdlatul Ulama (NU). 

“Pihak yang berkembang di masa Orde Lama atau bahkan Orde Baru yang menistakan NU, habis semuanya dan itu karena kualat dengan NU,” kata Kiai Anwar Iskandar seperti dilansir NU Online.

Baca juga : Habib Luthfi bin Yahya: Tidak sedikit yang Kuwalat Sama NU

Kiai Anwar melanjutkan, NU masih eksis hingga saat ini berkat pertolongan Allah SWT melalui wasilah para pendiri NU yang telah dengan ikhlas mendirikan ormas ini.

Secara logika, mustahil NU bisa bertahan dengan banyaknya serangan yang menginginkan NU hancur dengan modal finansial yang mencukupi. Sementara NU masih lemah di bidang ekonomi.

Baca juga : KH Idris Marzuki : Siapapun yang Memusuhi NU, Kalau Wali akan Luntur Kewaliannya, Kalau Tokoh Berpengaruh Akan Kehilangan Pengaruhnya

“Kalau dipikir secara rasional, NU harusnya sudah meninggal dunia sejak lama. Uang tidak punya, sementara lawannya orang-orang yang punya uang. Namun ternyata kekuatan ekonomi berhadapan dengan ridho Allah, habis semua” imbuhnya.

Oleh sebab itu, kiai Anwar berpesan agar senantiasa bersyukur atas pertolongan Allah menyelamatkan NU dari rongrongan musuh-musuhnya.

“Warga Nahdliyin saat ini cukup menerima sembari banyak bersyukur,” katanya.

Baca juga : Pengasuh Pesantren Lirboyo: Meskipun Mengaku NU, Jangan Percaya Kelompok yang Tak Akui NU, Karena Mereka Wahabi

Kekuatan NU ada pada keikhlasan muassis dan pengurus yang khidmah di dalamnya. Oleh karena itu, Kiai Anwar mengajak pengurus NU jangan sampai mempunyai niat ingin hidup dari NU, tapi sebaliknya yaitu ingin menghidupi NU.

“Jangan ada niat untuk kepentingannya sendiri, nanti bisa kualat. Siapa saja boleh jadi pengurus NU. Setiap orang punya hak untuk memilih dan dipilih, tapi marilah bersihkan hati kita seperti para pendiri NU. Marilah dalam harlah ini kita melakukan renungan-renungan, kontemplasi, apa yang harus kita lakukan ke depan untuk NU,” ajaknya.

Baca juga : Mempertegas NU Betul-betul Karomah Para Wali

Keihklasan yang telah dibangun oleh para pendiri NU itu penting untuk terus dilanjutkan dzurriyah-dzurriyahnya, terlebih di Kabupaten Jombang sebagai tanah lahir tiga pendiri NU.

"Kalau Mbah Wahab punya pesantren namanya Tambakberas yang diteruskan oleh dzuriyahnya. Kalau Mbah Hasyim punya pesantren namanya Tebuireng yang diteruskan oleh dzuriyahnya. Kalau Mbah Bisri punya pesantren yang namanya Denanyar yang diteruskan oleh dzuriyahnya. Maka beliau-beliau punya pesantren yang lebih besar dari ketiga pesantren itu, yaitu beliau punya pesantren Nahdlatul Ulama yang terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Jadi saya tidak bisa membayangkan berapa besar pahala yang mengalir untuk beliau-beliau itu,” jelasnya.[Tribunsantri]

Bagikan: