Keberlangsungan NU Perlahan Sirna Jika Pilpres Dimenangkan yang Tak Berpihak Pada NU

Keberlangsungan NU Perlahan Sirna Jika Pilpres Dimenangkan yang Tak Berpihak Pada NU

Tribunsantri.com - Warga NU yang jumlahnya sangat besar harus menjadi pemain utama pada pilpres 2019 bukan malah jadi penonton. Untuk itu, warga NU tidak boleh golpot dan harus menyukseskan hajatan demokrasi ini dengan memilih calon yang betul-betul berpihak pada NU.

Hal ini disampaikan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kiai Usman Hasan dalam pada acara Pengajian Rutinan Ahad Legi MWCNU Mojowarno, Ahad (10/2) malam di Masjid Al Ikhlas, Catakgayam Selatan, Mojowarno.

Baca juga : KH Marzuki Mustamar : Kalau Ada Warga NU Mendukung Calon yang Didukung Wahabi Berarti Dihatinya Bukan NU

"Sebagai Ormas terbesar di Indonesia bahkan terbesar di dunia warga NU harus menjadi pemain bukan lagi menjadi penonton. Oleh karena itu luangkan 10 menit untuk hadir di TPS," ujar dia.

Sebab, menurut Kiai Usman, jika pilpres 2019 dimenangkan oleh calon yang tak punya kepedulian dan keberpihakan pada NU, maka akan mengancam eksistensi ormas yang didirikan oleh para ulama ini.

Baca juga : Soal Pilpres, Kiai Marzuki Mustamar : Pandai-pandailah Warga NU, Jangan Gampang Ditipu!

"Jika warga NU apatis terhadap Pemilu kemudian golput, dan misalnya orang yang tidak berpihak pada NU memenangkan pertandingan, maka bisa jadi keberlangsungan NU perlahan sirna di Bumi Nusantara ini," ucapnya.

Sebagai akibatnya, lanjut Kiai Usman, amaliyah yang selama ini diamalkan warga Nahdliyyin seperti tahlilan, ziarah kubur, manakib dan lain-lain perlahan akan ikut sirna.

Oleh karenanya, warga NU harus meluangkan waktu sebentar untuk hadir ke TPS.

"Warga Nahdliyin yang mempunyai hak suara wajib hadir di TPS tanpa terkecuali," jelasnya. [tribunsantri/nuonline]

Bagikan: