Karomah Habib Umar bin Hafidz Lolos dari Kepungan Lawan

Karomah Habib Umar bin Hafidz Lolos dari Kepungan Lawan

Tribunsantri.com – Alhabib Quraisy Baharun Yaitu saudara dan teman sepondok Al Habib Husin Abu Bakar Ba’abud (Ro-Sho), dan menantu Al habib Musthofa bin Muhammad bin Thohir Ba’abud, Kediri.

Selain aktif di berdakwah, mengasuh santri, memimpin Majelis, ternyata beliau juga ahli di harkah atau ilmu bela diri. 

Ada kisah menarik mengenai beliau, saat masih berguru di “Daarul Musthofa” asuhan Al Habib Umar bin Hafidz.

Baca juga : Karomah Habib Umar bin Hafidz Muncul Lafadz 'Allah' di Keningnya

Alkisah, suatu ketika Al Habib Umar bin hafidz diundang di suatu acara “seminar” atau yang semisal sebagai narasumber untuk menyampaikan hujjah terkait amaliyah-amaliyah Ahlussunnah wal jamaah, yang sering disebut oleh kelompok eksklusif sebagai ajaran yang tak ada tuntunannya dari sunnah.

Acara seminar dilaksanakan di di gedung tertutup dan jauh dari pantauan Generik. Di tengah berlangsungnya acara, terjadilah insiden sabotase dengan dipadamkannya lampu penerang. 

Dalam kondisi yang gelap gulita, Al habib Umar pun tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang dari peserta seminar.

Beliau dipukul, di tendang, entahlah apa yang sedang bisa kita bayangkan, “na’uudzubillah…., na’uudzubillah”. 

Dan kabar inipun langsung terdengar oleh santri santri Darul Musthofa.

Maka tanpa pikir panjang berangkatlah dua jawara pondok Futuristis lokasi, yaitu Alhabib Quraisy Baharun, Cirebon dan Al Habib Sholeh Al Jufri, Solo. 

Begitu sampai di lokasi, beliau berdua  marah besar dan tak sabar untuk masuk ke dalam gedung, dimana guru mulia Al Habib Umar bin Hafifz sedang dianiaya.

Alhabib Quraisy tak berfikir untuk lapor Polisi, atau mengajak pasukan dari teman-teman pondok, beliau justru berangkat berdua bersama Al Habib Sholeh Al Jufri. 

Sebelum bisa menembus masuk ke dalam gedung yang tertutup itu, beliau bertanya kepada seseorang (mungkin kepada sopir dari Al Habib Umar) :

 “Apa benar, ada insiden, bahwa guru kita sekarang sedang di dianiaya di dalam gedung?

Dia menjawab : 

“Ya, benar, tadi guru kita menyampaikan materi, tiba-tiba ada suara seperti perdebatan hebat, lalu listrik padam, kemudian para hadirin ramai-ramai menghajar guru kita, dan insiden itupun masih berlangsung hingga sekarang”.

Alhabib Quraisy : “Lalu, bagaimana keadaan guru kita…?” Dijawab : “Itu…., guru kita baik-baik saja, tak merasa disentuh oleh siapapun, beliau sedang istirahat, nyantai di mobil, dan entahlah…. siapa yang sedang dihajar, dipukuli di dalam sana….”.

Aku teringat ayat 157 surat An-Nisa' : 

إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا


Ucapan Yahudi: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. an-Nisa: 157).

Subhaanallah…..

[pnSAW]

Bagikan: