Kapolda Metro Jaya Sebut Indonesia Ada karena NU Solid

Kapolda Metro Jaya Sebut Indonesia Ada karena NU Solid

Tribunsantri.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Edi Pramono meminta para kiai Nahdlatul Ulama agar tetap mengawal kebersamaan,  persatuan, dan kesatuan bangsa Indonesia. Sebab, eksistensi Indonesia bertumpu pada soliditas dan solidaritas di tubuh NU. Soliditas dan solidaritas NU tersebut terasa semakin penting menyusul munculnya ancaman kelompok radikal yang ingin mengubah ideologi negara Indonesia dengan ideologi agama. 

"Kalau NU itu solid, sampai kapan pun Indonesia akan tetap ada karena (pengikut) Islam di Indonesia yang paling besar dari NU," kata Gatot dalam  peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 NU di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (31/).

Ia menyatakan keyakinannya bahwa  para kiai mampu menjaga dan merawat Indonesia dengan baik. Apalagi, bangsa Indonesia masih menganut paternalistik. Nasehat para kiai dan tokoh  NU masih didengar dan sangat dihormati oleh jamaah NU.

"Yang hadir para ketua-ketua, para pemimpin-pemimpin dengan kemampuan-kemampuan para kiai di Nahdlatul Ulama, saya yakin Indonesia akan terjaga," ucapnya di hadapan ribuan kiai dan pengurus NU dari berbagai daerah itu.

Menurutnya, Islam di Indonesia menjadi contoh bagi dunia karena Islam di Indonesia disampaikan dengan sejuk, sehingga tidak menimbulkan konflik. Hubungan antaragama maupun agama dan negara, juga terjaga. Tentu, hal tersebut tidak lepas atas peran para kiai dan NU.

Dalam kesempatan itu, Gatot juga menyebutkan bahwa selain TNI dan Polri, NU juga termasuk pilar pemersatu bangsa, penjaga, dan perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"NU juga adalah pilar pemersatu bangsa, penjaga dan perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia karena dia tersebar sampai tingkat kecamatan, sampai dengan tingkat kelurahan dan desa. Ada di mana-mana," urainya.

Sebelumnya, pembukaan peringatan Harlah ke-93 dilakukan Presiden Joko Widodo, yang hadir didampingi Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi. [nuonline]

Bagikan: