Gus Muwafiq Ungkap ‘Modus’ Kelompok yang Ingin Merusak Agama dan Bangsa

Gus Muwafiq Ungkap ‘Modus’ Kelompok yang Ingin Merusak Agama dan Bangsa



Tribunsantri.com – Belakangan ini, kelompok yang ingin merusak Islam dan Indonesia  gencar melakukan propaganda untuk memuluskan aksinya. Anehnya, mereka justru menampilkan diri sebagai orang yang membela Islam. Padahal sejatinya, mereka bukan membela Islam tapi merusaknya dari dalam.

Dai kondang KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq mengungkap salah satu cara mereka menghancurkan Islam. Menurut Gus Muwafiq, cara yang dipakai itu adalah menghilangkan kepercayaan umat kepada pemimpinnya.

Baca juga : Mereka Ingin Hancurkan Indonesia dengan Merusak NU

Cara ini dipilih dan dianggap efektif karena berkembangnya Islam sangat tergantung pada pemimpin yang kuat dan ditaati. Pemimpin itu kuat dan ditaati jika dipercaya oleh umatnya. 

Nah, jika umat sudah tidak percaya kepada pemimpinnya maka sudah barang tentu tidak ada ketaatan. Pada titik inilah Islam itu akan hancur. Sebab sehari tanpa pemimpin lebih bahaya dari seribu tahun dipimpin orang dzolim.

Ketika kepercayaan umat kepada pemimpinnya luntur atau bahkan hilang sama sekali maka kelompok perusak itu maju sebagai pemimpin umat yang merasa cakap padahal sama sekali tidak layak menjadi panutan yang menurut bahasa Gus Muwafiq disebut 'pemimpin asal-asalan'.

"Cara menghancurkan Islam, dihajar terus para pemimpinnya sampai orang tidak percaya sama pemimpin itu. Dan akhirnya pemimpin tersebut dijatuhkan dan diganti pemimpin yang asal-asalan," kata Gus Muwafiq.

Baca juga : Islam di Indonesia Bisa Kuat Karena NU

Hal ini bukan omong kosong, aksi merusak Islam itu nyata. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ormas Islam terbesar yang mengamalkan Islam secara utuh sesuai tuntunan al Quran dan al Hadits melalui para ulama mujtahid, yang berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Selama NU masih kuat maka insya'allah bangsa ini akan tetap utuh. Sebaliknya, jika NU hancur maka hancurlah bangsa ini.

Mereka sadar bahwa untuk menghancurkan bangsa ini harus melewati NU, maka dilancarkanlah berbagai serangan pada NU di media sosial.

Di media sosial tidak sulit menemukan kata-kata makian, kata kasar dan meme yang menghina tokoh NU.

"Maka jangan heran, kalau ada kiai yang bisa memimpin umat langsung diserang. Itu memang sudah direncanakan. Dipimpin Kiai Said Aqil Siroj protes, dipimpin KH Solahuddin Wahid protes," kata kiai yang pernah menjadi asisten presiden RI k-4 Gusdur.

Baca juga : Habaib Hadramaut Yaman Prihatin Sikap Sebagian Ulama Indonesia yang Cenderung Keras Dalam Menyampaikan Syiar Islam

Tidak hanya itu, mereka juga melancarkan serangan kepada pemimpin bangsa. Apapun yang dilakukan pejabat negara mereka anggap salah. Ketika ada oknum dari kelompok mereka diciduk aparat karena melakukan pelanggaran hukum, mereka anggap sebagai kriminalisasi. Selama tidak sesuai dengan selera, mereka anggap salah semua.

"Kalau manusia sudah tidak mau dipimpin maka kacau. Presiden juga disalahkan, tentara disalahkan, polisi disalahkan, tidak ada benarnya. KPU salah, apa-apa salah. Bikin jalan tol salah. Tidak bikin juga salah. Freeport diambil salah, tidak diambil salah,” ungkapnya.

"Memang Imaroh (kepemimpinan) dihajar untuk merusak sebuah bangsa. Nanti bila sudah tidak ada pemimpin lagi maka disiapkan pemimpin baru versi mereka," beber alumni Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. [ts]

Bagikan: