Daging Ulama Beracun Bisa Mematikan Bagi yang Mencelanya

Daging Ulama Beracun Bisa Mematikan Bagi yang Mencelanya

Tribunsantri.com - Kuwalat adalah mendapat (terkena) celaka akibat dari kelakuan yang tidak senonoh kepada orangtua atau kepada kiai. Dalam tradisi NU, sikap takut kuwalat itu dipegang dengan konsisten.

Dalil Tentang Adanya Kuwalat :

قال الحافظ ابن عساكر يرحمه الله:[ اعلم يا أخي وفقني الله وإياك لمرضاته أن لحوم العلماء مسمومة وعادة الله في هتك منتقصيهم معلومة وأن من أطلق لسانه في العلماء بالثلب بلاه الله قبل موته بموت القلب، وقال الله تعالى : ( فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ )

Al-Hafidh Ibn Asakir berkata : “Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Alloh memberi taufiq kepadaku dan kepadamu untuk mencapai ridlo-Nya, bahwa daging ulama itu beracun (mematikan bagi yang mencela mereka). Sudah maklum bahwa Alloh biasanya akan merusak orang-orang yang mencela ulama. Dan barangsiapa melepas mulutnya mengucapkan kecaman kepada ulama, maka dia akan diberi bala’ oleh Alloh dengan kematian hatinya sebelum kematiannya”. Alloh Ta’ala berfirman : “Maka orang-orang yang menentang perintah-Nya itu merasa takut akan terkena fitnah atau terkena siksa yang amat pedih”. Maksudnya : mereka akan kuwalat.

Baca juga : KH Idris Marzuki : Siapapun yang Memusuhi NU, Kalau Wali akan Luntur Kewaliannya, Kalau Tokoh Berpengaruh Akan Kehilangan Pengaruhnya

Adalah KH. Maemoen Zubair (Mbah Mun) kiai karismatik yang paling sepuh, usianya saat ini sudah 93 tahun masih takut kuwalat kepada Gus Dur yang lebih muda. Padahal KH Hasyim Muzadi, mantan ketum PBNU dan Prof. Dr. KH Said Aqiel Siroj, ketum PBNU keduanya mengaku sebagai murid Mbah Mun.

Mbah Mun pernah berkata : “Aku ini tidak pernah setuju dengan Gus Dur. Yaah…namanya manusia. Tapi aku tidak pernah membencinya apalagi memusuhinya, takut kuwalat”. [pcnukendal]

Baca juga : Habib Luthfi bin Yahya: Tidak sedikit yang Kuwalat Sama NU

Bagikan: