Ulama Banten Datangi Istana, Doakan Jokowi Menang Pilpres

Ulama Banten Datangi Istana, Doakan Jokowi Menang Pilpres

Tribunsantri.com - Sejumlah ulama Banten bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/1/2019). Pertemuan tersebut sebagai bentuk dukungan mereka kepada Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Pemimpin Pondok Pesantren Roudotul Ulum Pandeglang Banten, Abuya Muhtadi Dimyathi meminta masyarakat dari Sabang sampai Merauke untuk kembali memilih Jokowi di Pilpres 2019.

"Saya minta bantuan dari kawan-kawan, (masyarakat) dari Sabang sampai Merauke, mohon untuk membantu Jokowi jadi Presiden 2019-2024. Ini imbauan dari saya untuk kawan-kawan satu nusa, satu bangsa," ujar Abuya Muhtadi usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Dia mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendampingnya. Abuya Muhtadi menilai kinerja Jokowi selama empat tahun menjadi kepala negara sangat memuaskan.

Selain itu, Abuya Muhtadi juga meminta kepada seluruh ulama memerangi berita bohong alias hoaks yang menyebar di tengah masyarakat, terlebih menjelang Pilpres 2019.

"Sudah saya laksanakan, dan saya meminta ulama Indonesia, itu hoaks jangan dibicarakan," kata Abuya.

14 Ormas Doakan Jokowi Menang

Sebelumnya, sejumlah perwakilan dari 14 organisasi masyarakat (ormas) Islam, bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Selasa 22 Januari 2019. Kedatangan mereka ke Istana untuk mendoakan Jokowi kembali menang di Pilpres 2019.

"‎Kami 14 Ormas Islam mengucapkan terima kasih sudah diterima oleh Presiden Jokowi. Terima kasih sudah memilih calon wakil presiden dari kiai ulama," tutur Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siradj usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Ketua Umum PBNU itu juga menuturkan, 14 ormas yang tergabung dalam LPOI berharap agar Jokowi kembali memimpin Indonesia untuk dua periode. Terlebih, Jokowi telah memberikan sejumlah posisi penting di pemerintahan kepada para ulama.

"‎Kami hanya mendoakan Pak Jokowi menang. Mendoakan bukan kampanye, mudah-mudahan Jokowi menang. Kurang Islam apalagi Pak Jokowi sejumlah posisi penting diberikan ke ulama," jelas kiaikSaid Aqil. [liputan6]

Bagikan: