Sa'adullah Basuni Buat Video Klarifikasi, Ketua GP Ansor Kabupaten Malang : Secara Individu Sudah Kami Maafkan, tapi Hukum Harus Tetap Ditegakkan

Sa'adullah Basuni Buat Video Klarifikasi, Ketua GP Ansor Kabupaten Malang : Secara Individu Sudah Kami Maafkan, tapi Hukum Harus Tetap Ditegakkan

Tribunsantri.com - Merasa ucapannya menyinggung berbagai pihak Ustaz Sa'adullah Basuni seketika membuat video klarifikasi. 

Dalam rekamannya, salah satu pemuka agama asal Sukorejo, Pasuruan ini meminta maaf kepada beberapa komponen Nahdlatul Ulama (NU) yang merasa tersakiti.

Baca juga : Viral, Pemuka Agama Sa'adullah Basuni Hina Banser, NU, dan dan Kiai Ma'ruf Amin, Berikut Rekaman Videonya

Video yang berdurasi sekitar dua menit tersebut, juga sempat beredar ke dunia maya dan pesan berantai melalui WhatsApp (WA). 

Pihaknya menyampaikan jika apa yang dia sampaikan saat mengisi pengajian di Kecamatan Tumpang, bukanlah kalimat titipan kampanye.
Bahkan pihaknya juga membantah, jika kalimat yang dia ucapkan mengandung unsur kampanye hitam.

“Terkait pernyataan saya yang berkaitan dengan NU, Banser, dan Ansor serta beberapa komponen lain yang merasa tersinggung, saya mohon maaf. Memang tidak semuanya seperti apa yang saya ucapkan, namun yang saya maksud adalah oknum. Saya menyampaikan kalimat tersebut karena rasa saking cintanya saya kepada NU dan Banser,” ucap Ustaz Sa'adullah dalam rekaman video klarifikasi yang beredar di masyarakat.

Ustaz Sa'adullah mengaku jika pihaknya juga sudah ditegur langsung oleh instansi yang ada di Jakarta. 

“Saya ditegur karena menyebut nama dan institusi. Itu tidak ada kaitannya dengan kampanye hitam, saya memohon maaf dan tidak akan mengulanginya lagi,” tegasnya.

Ustaz Sa'adullah juga memohon maaf karena telah menyebut nama KH Ma’ruf Amin. 
“Terhadap seluruh jamaah maupun murid KH Ma’ruf Amin, saya minta maaf jika ada yang tersakiti, atau bahkan dianggap merugikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad menuturkan, jika video klarifikasi tersebut memang sudah beredar sejak Jumat (4/1/2019) malam. 

Namun, pihaknya berharap jika proses hukum harus tetap dilanjutkan.

“Secara individu kami sudah memafkan, tapi proses hukum harus tetap jalan. Ini merupakan pelajaran, dimana ceramah harus disampaikan berdasarkan ilmu bukan nafsu. Sehingga kata yang terucap tidak mencaci maki. Kami juga tidak melakukan persekusi atau tindakan yang dianggap merugikan siapapun. Tapi karena kami merupakan warga negara yang taat hukum, maka saya berharap prosesnya harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Video klarifikasi Sa'dullah Basuni:


 [MT]

Baca juga : GP Ansor Malang Laporkan Sa'dullah Basuni ke Polisi Karena Menghina NU

Bagikan: