Tolak Gagasan Habib Rizieq, Gus Sholah : Nggak Ada NKRI Bersyariah

Tolak Gagasan Habib Rizieq, Gus Sholah : Nggak Ada NKRI Bersyariah

Tribunsantri.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab punya cinta-cita untuk menegakkan NKRI bersayariah. 

Hal itu diungkap oleh pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombong KH Salahudin Wahid atau yang biasa dipanggil Gus Sholah saat acara peresmian Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (18/12/2018).

Gus Sholah mengatakan, pemikiran Habib Rizieq yang menginginkan NKRI bersyariah tidak benar. Dengan tegas beliau katakan bahwa tidak ada yang namanya NKRI bersyariah.

"Saya pernah melihat video Habib Rizieq yang menghendaki NKRI bersyariah. Saya sampaikan pada kawan FPI, nggak ada NKRI bersyariah itu," ujar Gus Sholah.

Cucu Kiai Hasyim Asy'ari itu menjelaskan, dalam UUD 1945, Indonesia tidak menganut paham syariah, walaupun ada sejumlah UU yang menggunakan nama syariah.

"Ketika tujuh kali tujuh kata, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, maka kita coret. Maka NKRI kita tidak bersyariah lagi. Tidak bersyaiah dalam tataran UUD. Tetapi dalam UU, banyak sekali syariah Islam yang masuk perundang-undangan kita. Yang memakai nama syariah itu ada, UU Perbankan Syariah," kata Gus Sholah.

"Saya tanya, kapan kita melarang syariah? Nggak ada. Kecuali hukum pidana Islam, itu saja yang dilarang. Yang lainnya monggo, silakan," imbuhnya.

Selain itu, Gus Sholah juga menyinggung peran ulama dalam memperjuangkan tegaknya NKRI. Beliau juga menegaskan pandangan eks HTI dan kelompok garis keras yang menyebut Indonesia negara thoghut adalah tidak benar.

"Kita tahu proses sejarah, dan akhirnya kita menerima keadaan seperti sekarang yang sangat baik. Ini sekaligus bantahan terhadap kelompok Islam seperi pengikut Abu Bakar Ba'asyir dengan kelompok Majelis Mujahidin atau JAT dan juga HTI," ucapnya.

"Mereka mengatakan negara Indonesia ini tidak sesuai dengan ajaran Islam. Negara Indonesia ini adalah negara thogut. Kita sampaikan kepada masyarakat bahwa tidak betul itu," imbuh Gus Sholah. [Detik/tribunsantri]

Bagikan: