PBNU Minta Dubes Saudi Dipulangkan, Fadli Zon Malah Bilang Harusnya Diberi Penghargaan

PBNU Minta Dubes Saudi Dipulangkan, Fadli Zon Malah Bilang Harusnya Diberi Penghargaan

Tribunsantri.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak pemerintah menyampaikan nota kepada pemerintah Arab Saudi agar Dubes Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi diusir.

Pengusiran tersebut sebagai sanksi karena Osama telah lancang ikut campur urusan politik negara Indonesia.

Baca juga : Pemerintah Punya Sejumlah Opsi Sanksi untuk Dubes Arab Saudi

"Osama telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jamaah al munharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang). Padahal terkait hal ini, GP Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebut keluar dan SOP GP Ansor, bahkan kami keluarga Besar NU menyesalkan kejadian tersebut," kata Ketum PBNU Said Aqil Siradj, dalam jumpa pers yang digelar di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (3/12).

Namun anehnya, wakil ketua DPR Fadli Zon tak sepakat dengan desakan PBNU. Menurut Fadli, justru Osama seharusnya diberi penghargaan.

"Menurut saya dia harus dikasih penghargaan karena dia selama ini berjasa sekali menurut saya membangun hubungan diplomatik Indonesia dengan Saudi Arabia dengan sangat baik," ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2018). 

Fadli pun mencari-cari alasan bahwa Osama telah berperan penting bagi Indonesia. Terutama dalam hal pelaksanaan ibadah haji dan umroh.

"Dia sangat melindungi kepetingan-kepentingan Indonesia. Termasuk dalam persoalan jamaah haji umroh mempermudah pelayanan lah itu yang saya tau. Dan orangnya sangat ramah jadi sata tidak melihat ada masalah dengan Dubes Arab saudi itu," katanya. 

Baca juga : GP Ansor Apresiasi Respon Cepat Menlu soal Twit Dubes Saudi

Tidak hanya itu, Fadli juga mengatakan, cuitan Osama itu merupakan bentuk apresiasi Dubes Arab Saudi itu ke aksi reuni 212. Osama, kata dia, bahkan tidak menyebut organisasi mana pun dalam cuitannya. 

"Dia mengapresiasi ya. Jadi nggak ada dia memperesepsikan. Dan dia boleh dong berpendapat. Misalnya juga kalau pun benar ada (cuitan organisasi sesat) ya twitnya itu sah-sah aja. Dapat dari manapun dari negara-negara lain, siapapun berhak kok berpendapat. Jadi menurut saya dia tidak menyebut dan tidak menuduh organisasi apapun," tutur Fadli. 

Pernyataan Fadli bahwa Osama tidak menyebut organisasi menapun dalam cuitannya merupakan kebohongan. Sebab Osama dengan terang benderang menulis bahwa aksi reuni 212 merupakan respon atas pembakaran bendera tauhid oleh 'organisasi sesat' di Indonesia.

Walaupum tidak secara spesifik menyebut organisasi tertentu, jelas bahwa yang dimaksud Osama adalah Banser. [detik]

Bagikan: