Kelompok Pengikut Hawa Nafsu Selalu Eksis Hingga Kiamat

Kelompok Pengikut Hawa Nafsu Selalu Eksis Hingga Kiamat

Tribunsantri.comBangsa Arab sebelum nabi Muhammad SAW diutus sebagai utusan Allah SWT merupakan bangsa yang sesat atau biasa disebut dengan jahiliyah.

Hal itu dikatakan oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar dalam peringatan Maulid Mabi Muhammad SAW dan Istighotsah Lubro di Masjid Nurul Islam, Komplek Islamic Center KH Noer Ali Bekasi, Bekasi Selatan, Ahad (02/12/2018).

"Kehidupan di sana itu, zaman dulu, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin," ungkapnya saat memberikan tashiyah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighotsah Kubro, di Masjid Nurul Islam, Komplek Islamic Centre KH Noer Ali Bekasi,  Bekasi Selatan, pada Ahad (2/12).

Kiai Miftach mengatakan, orang Jahiliyah tidak mau menerima kebenaran yang datang dari Allah SWT. Sehingga pembunuhan dan mengubur orang hidup-hidup sudah menjadi tradisi mereka.

"Mereka tidak mampu meletakkan sesuatu sesuai pada tempatnya. Maka terjadilah pembunuhan, orang dipendam hidup-hidup. Intinya mereka menolak hukum Allah, menolak kebenaran, dan selalu mengikuti hawa nafsu," katanya.

Mengutip sabda nabi Muhammad, saat ini pun, kata Kiai Miftach, orang yang menganut perilaku jahiliyah masih eksis dan akan terus ada hingga hari kiamat.

"Saat ini masih ada kelompok yang mengikuti model Jahiliyah," ungkapnya.

Untuk itu, Pengsuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya Jawa Timur itu berharap Kota Bekasi tetap menerapkan nilai-nilai yang baik seperti santun, cerdas dan damai.

"Semoga Kota Bekasi ini menjadi kota yang sejahtera, santun, cerdas, damai, dan kota yang bisa menempatkan segala sesuatu sesuai pada porsi dan tempatnya," ucapnya.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, mulai dari kiai, ulama, jamaah majlis taklim dan sejumlah pimpinan dan para santri pondok pesantren se-Kota Bekasi. 

Diantara tokoh yang hadir adalah KH Mir'an Syamsuri Rais PCNU Kota Bekasi dan KH Zamakhsyafi Abdul Majid sebagai ketua tanfidziyyah.

Selain Rais Aam yang juga memimpin Istighotsah, tampak hadir pula Rais dan Ketua PCNU Kota Bekasi KH Mir'an Syamsuri dan KH Zamakhsyari Abdul Majid.

Selain itu, hadir juga Wakil Walikota Bekasi H Tri Adhianto Tjahyono, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, Komandan Kodim 0507 Kota Bekasi Letnan Kolonel Arm Abdi Wirawan, dan seluruh pejabat pemerintahan se-Kota Bekasi. [NU Online]

Bagikan: