Islam di Indonesia Bisa Kuat Karena NU

Islam di Indonesia Bisa Kuat Karena NU

Tribunsantri.comJika berbicara mengenai negara muslim maka bayangan orang langsung tertuju pada negara-negara di Timur Tengah. Hal ini karena TimurTengah pernah menjadi pusat Islam di zaman pertengahan, saat Islam memimpin dunia. 


Sayangnya, belakangan ini, Islam yang ada di Timur Tengah dikesankan sebagai model Islam yang kasar dan tidak toleran. Ini sebagai akibat dari ulah oknum umat Islam yang menampilkan wajah bringas dan tidak segan-segan melakukan kekerasan dalam dakwahnya.

Sementara itu, Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim paling banyak dan keislamannya paling solid.

Dibilang solid, karena walaupun muslim di Indonesia sangat plural dan beragam, tapi penduduknya tetap akur dan harmonis. 

Beda jauh dengan negeri-negeri di Timur Tengah yang sering dilanda konflik, perang saudara, dan ancaman akidah yang membahayakan. 


Maka tidak heran kalau negara lain
k “berkiblat” dan belajar dari bagaimana keharmonisan Islam di nusantara terwujud.

Hal ini, menurut KH. M. Anwar Manshur, pengasuh Ponpes Lirboyo, bukan hal yang kebetulan.

Ada peran NU sebagai wadah Islam di Indonesia dengan masyarakatnya beragam ini. Sebab, jika kita berkaca pada Arab Saudi, meskipun dikenal sebagai negara Islam, tapi mudah diserang dan dirong-rong. Karena di sana tidak ada organisasi keagamaan yang mewadahi agama Islam. 


Sehingga haluan dan visi misi ahlussunnah yang murni ajaran Rasulullah SAW mudah saja dibelokkan.


“Kuate ahlussunnah dateng Indonesia mergo wonten NU. dateng Saudi Arabia kuat, tapi mboten wonten wadahe. Ahlussunnah mboten wonten wadahe, gampang diremekno (Kuatnya ahlussunnah di Indonesia karena ada NU. Di Arab saudi kuat, tapi tidak ada wadahnya. 


Ahlussunnah tanpa suatu wadah akan mudah dirusak),” tutur KH. M. Anwar Manshur di selepas membacakan kitab Al-Hikam dalam Ngaji Kemis Legi tadi pagi (22/03).


Masih dalam kesempatan yang sama, beliau juga menekankan segenap alumni untuk memperkuat NU. Sebab akhir-akhir ini semakin banyak oknum yang punya itikad merusak keutuhan NU dengan mengesampingkan NU itu sendiri. Mereka berdalih, di Indonesia tidak harus dengan NU, yang penting ahlussunnah.


“Kalau ada orang yang mengatakan, ‘tidak usah NU yang penting ahlussunnah wal jama’ah,’ itu pendapat yang salah. Jangan dipercaya,” tekan beliau. [Santrionline]


Baca juga : KH Anwar Manshur Lirboyo : Wahhabi dan Anteknya yang Mengatakan Tidak Usah NU-NUan

Bagikan: