Habib Jindan: Kita Semua Sama Keturunan Nabi Adam, yang Membedakan Adalah Nilai Ketakwaan

Habib Jindan: Kita Semua Sama Keturunan Nabi Adam, yang Membedakan Adalah Nilai Ketakwaan

Tribunsantri.com - Pimpinan Pondok Pesantren Al Fachriyah Tanggerang Banten Habib Jindan bin Bovel mengungkapkan, kebudayaan yang paling baik adalah kebudayaan yang dapat mendekatkan pada ketakwaan. Kebudayaan inilah yang disariskan oleh Rasulullah SAW.


Hal itu beliau sampaikan saat acara ngaji dengan tema 'Mengasah Jati Diri Indonesia' yang digelar di Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UINSU) Medan, Rabu (11/04/2018).

Menurut Habib Jindan, tidak semua kebudayaan itu buruk. Kebudayaan yang buruk seperti mencuri, memb*nuh, j*di dan lain sebagainya.

“Sesungguhnya kita semua sama lahir dari Adam, keturunan Adam dan kembali ke tanah, yang paling mulia di mata Allah adalah orang yang paling bertakwa. Kebudayaan dan adat istiadat ada yang baik dan buruk. Kebudayaan yang terbaik itu adalah yang paling dekat dengan ketakwaan dan budaya yang terbaik adalah yang diwariskan oleh Rasul,” ujar Habib Jindan.


Selanjutnya Habib Jindan menyinggung soal soal kebudayaan yang ada di Indonesia. Menurutnya, Islam tidak melarang sebuah kebudayaan selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. 

“Sebab Islam dapat menampung kebudayaan di Indonesia. Kalau kita teliti ulama yang mengajar di Makkah dan Madinah banyak dari mereka yang mengambil keilmuan dari bumi Indonesia. Jadi kebudayaan dan ajaran Islam di Indonesia sangat luar biasa. Banyak dari budaya di Indonesia itu sesungguhnya sejalan dengan ajaran Islam, misalnya berakhlak, berbagi dengan sesama dan kasih sayang,” katanya.


Sejumlah tokoh tampak hadir dalam acara tersebut, diantaranya Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan bertindak sebagai host, Direktur PTKI Arskal Salim, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki, Staf Khusus Menag Hadirahman dan Staf Ahli Menag bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi Oman Faturrahman, perwakilan Gubernur Sumut, alim ulama serta segenap civitas akademika UINSU, dan pejabat serta ASN Kanwil Kemenag Sumut. (ISNU). [Muslimoderat]

Bagikan: