Rais NU Jatim: Jadikan Khidmat di NU sebagai Ladang Jihad

Rais NU Jatim: Jadikan Khidmat di NU sebagai Ladang Jihad

Tribunsantri.com - Ada banyak peran yang bisa dilakukan warga bangsa untuk berjihad di zaman ini. Bagi para pengurus Nahdlatul Ulama, berkhidmat di jamiyah bisa dijadikan sebagai sarana dalam berjihad di jalan Allah SWT.

“Para muassis atau pendiri telah menjadikan NU sebagai ladang jihad kita,” kata KH Anwar Iskandar, Sabtu (24/11). 

Pandangan ini disampaikannya saat memberikan sambutan mewakili Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Anwar Manshur.  

Kiai Anwar menyebutkan bahwa sangat berbeda nilai dan kadar jihad yang dilakukan mereka yang hanya diam dengan kalangan yang bergerak. “Kalau dulu jihad dimaknai perang lantaran tengah menghadapi pasukan musuh,” jelas Wakil Rais PWNU Jatim tersebut. 

Namun saat negara sudah dalam kondisi damai, maka jihad dimaknai dengan membela agama Allah SWT. “Dan aktif di NU, adalah bukti atas pembelaan tersebut,” ungkapnya pada acara Pengukuhan Lembaga dan Badan Khusus PWNU Jatim Masa Khidmat 2018-2023.

Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien, Kota Kediri tersebut, para muassis atau pendiri NU telah menjadikan organisasi kebangkitan para ulama ini sebagai sarana berjihad. “Pendiri NU menjadikan jamiyah ini sebagai ladang jihad,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Kiai Anwar mengingatkan para pengurus lembaga dan badan khusus yang telah dilantik dan diambil sumpahnya untuk memperbaiki niat. “Agar kedatangan dan pikiran yang kita curahkan untuk NU memiliki nilai lebih, mari lakukan tajdidunniyyah atau memperbaiki niat,” jelasnya.

Karena mereka yang menempatkan diri membela agama Allah dengan segala kemampuan yang dimiliki, akan dicatat sebagai mujahidin. “Dan Allah memberikan penilaian lebih tinggi kepada mereka yang berjihad atau mujahidin dibandingkan dengan kalangan yang hanya shalat dan melakukan ibadah mahdlah,” tegasnya.

Di akhir penjelasannya, Kiai Anwar mengingatkan pengurus untuk tidak memiliki motivasi mencari keuntungan materi saat berkhidmat di NU. “Di sini tempat mengabdi secara ikhlas, tapi sebagai gantinya akan memiliki derajat di hadapan Allah SWT,” katanya.

“Karena bila ikhlas berkhidmat di NU tanpa pamrih yang mengemuka, maka pasti Allah SWT akan ridla, para nabi juga demikian, serta sejumlah ulama turut ridla kepada kita,” tandasnya.

Pengkuhan berlangsung di kantor PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Kegiatan juga dilanjutkan dengan pemantapan Aswaja an-Nahdliyah yang disampaikan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar dan KH Abdurrahman Navis selaku wakil ketua. [nuonline]

Bagikan: