Pidato Prabowo Soal Hotel dan Tampang Diduga SARA, Tagar #SaveMukaBoyolali Viral

Pidato Prabowo Soal Hotel dan Tampang Diduga SARA, Tagar #SaveMukaBoyolali Viral

Tribunsantri.com - Tagar #SaveMukaBoyolali mendadak viral di twitter Jumat malam (2/11). Tagar tersebut muncul saat cuplikan pidato calon Presiden RI nomor 02 Prabowo Subianto di Boyolali diunggah salah satu netizen.

Baca juga : Jika Prabowo Menang 2019, HTI Semringah

Prabowo berkunjung ke Boyolali Selasa (30/10) lalu. Dalam culikan pidato itu, Prabowo menyebut “tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini”.

Cuplikan pidato yang diduga menganung unsur SARA itu langsung viral dan memunculkan tagar #SaveMukaBoyolali.

Hingga pukul 22.45 WIB, tagar itu sudah di-tweet 72,9 ribu kali. Sejumlah netizen menanggapi pidato itu dengan kritis berbau politis. Namun tak sedikit yang menganggap sebagai candaan belaka. Mereka me-tweet tagar itu dengan komentar lucu dan menggelitik.

Baca juga : Di Mata PKS, Prabowo Sudah Tidak Penting Lagi Karena Tak Laku Dijual

Seperti @BKhoirunnisa04 Nggatau kan, orang boyolali itu meskipun diejekin tetep tersenyum :-). Cewek berhijab pemilik akun ini juga menyertakan fotonya dengan pose tersenyum.

Akun @gustafiande juga senada. “Melu aaah, mumpung masih hangat. Wkwkwk bangga dadi wong boyolali. Alhamdulillah setiap keluar kota atau keluar negri belum pernah didiskriminasi soal muka #SaveMukaBoyolali.

Sementara akun @niput_ Nih pak muka muka Boyolali, sumeh sumeh. Akun ini juga menampilkan foto yang berisi sejumlah perempuan Boyolali.

Gara-gara pidato tersebut, Prabowo dilaporkan Ketua Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid karena diduga melakukan pencemaran nama baik.

“Kami mendampingi Mas Dakun dari Teras Boyolali yang melaporkan Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya,” kata Muannas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/11/2018).

Menurut Muannas, atas pidato Prabowo Subianto di depan masyarakat Boyolali, ia telah melanggar Pasal 4 junto Pasal 16 UU No 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis.

“Dia menyebut tampang Boyolali diusir dari hotel mewah. Itu ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau paling banyak Rp500 juta,” ungkapnya.

Sebagaiman diketahui, dilansir dari akun Youtube Grindra TV, Prabowo mengawalinya dengan menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak menguasai perekonomiannya sendiri. Itu terlihat dari deretan gedung dan hotel mewah yang menjulang di Jakarta.

“Saya memberi usia saya untuk bangsa ini. Saya memberi jiwa dan raga saya untuk bangsa ini tapi begitu saya keliling Jakarta, saya lihat gedung-gedung mewah, gedung-gedung menjulang tinggi, hotel-hotel mewah,” kata Prabowo di hadapan warga yang hadir.

Prabowo lalu menyebut sejumlah gedung dan hotel mewah tersebut. Di antaranya Hotel The Ritz-Carlton dan Hotel The St. Regis. Kedua hotel itu berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan termasuk hotel asing yang juga beroperasi di sejumlah negara lain.

“Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?” kata Prabowo yang langsung dibenarkan oleh peserta yang hadir.

“Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini,” kata Prabowo diiringi tawa hadirin.

Sebagai prajurit, Prabowo melanjutkan, dirinya tak rela rakyat tidak memiliki negaranya sendiri.

“Saya tidak rela. Saya tidak rela. Dan karena itulah saya melihat rakyat saya masih banyak yang tidak mendapat keadilan dan tidak dapat kemakmuran dan tidak dapat kesejahteraan. Bukan itu cita-citanya Bung Karno,” ujar Prabowo.

Berikut cuplikan pidato Prabowo di Boyolali: 

[pojoksatu]

Bagikan: