PBNU Tak Sependapat dengan Rencana PSI Tolak Perda Agama

PBNU Tak Sependapat dengan Rencana PSI Tolak Perda Agama

Tribunsantri.com - Ketum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siraj, tidak sependapat dengan gagasan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan menolak semua Peraturan Daerah (Perda) tentang Agama. 

Menurut Said, latar belakang munculnya Perda tentang Agama harus dipahami terlebih dahulu. Ia menyebut Perda Agama sangat baik untuk mencegah masyarakat bertindak tidak sesuai dengan ajaran agama yang diajarkan, khususnya agama Islam. 

"Saya Ormas tidak sependapat, itu kan pendapat PSI, tapi konteks keluarnya perda harus diketahui, misal banyak pelacuran, minum-minum sehingga kita terpaksa keluarkan Perda itu," kata Said usai diskusi 'Peran Ormas-ormas Islam dalam NKRI' di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Jakarta Pusat, Sabtu (16/11). 

Ia pun menyebutkan Perda Agama dibutuhkan bagi sebagian daerah di Indonesia. Menurutnya, hal itu wajar karena di Indonesia ada daerah yang mengedepankan agama dalam interaksi sosialnya.

"Saya menanggapinya dengan dingin saja ya, gak usah marah-marah bahwa saya tidak sependapat pernyataan seperti itu, karena masing-masing daerah ada kebutuhan, ada kondisi situasi masing masing, kita kepala dingin aja," tuturnya. 

Kendati tidak mendukung gagasan PSI tersebut, Said berjanji tidak akan melaporkan PSI ke pihak berwenanang. "Saya NU tidak akan lapor, tidak mau lapor," ucapnya. 

Sebelumnya, PSI memiliki visi menghapus peraturan daerah (perda) berbasis agama apabila perolehan suara mereka mencapai Parliamentary Threshold (PT) sebesar 4 persen di Pemilu 2019.

Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Kantor PGIKetua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie di Kantor PGI, Jakarta, Senin (15/10/2018). (Foto:Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Ketua Umum PSI Grace Natalie menyebut, perda-perda tersebut hanya akan membatasi masyarakat Indonesia. Perda-perda itu, lanjut dia, berpotensi menjadikan Indonesia seperti Suriah. 

"Ada ketidakleluasaan orang beribadah dan sebagainya dan itu tertuang dalam perda-perda. Atau ada tindakan seperti itu yang tindakannya diam saja. Nah, ini yang kita ingin perangi," kata Grace, Minggu (11/11). [Kumparan]

Bagikan: