Ini Identitas dan Akhir Petualangan Sugi Nur Raharja Sebagai Ulama ‘Abal-Abal’

Ini Identitas dan Akhir Petualangan Sugi Nur Raharja Sebagai Ulama ‘Abal-Abal’

Tribunsantri.com - Sugi Nur Raharja atau biasa menyebut dirinya juga pengikutnya memanggil Gus Nur sudah cukup lama juga menjadi salah satu orang yang kerap membuat kehebohan di sosial media. 

Sejak semula dari cara dia menyampaikan pandangannya sudah nampak orang ini hanya memoles dirinya seakan-akan orang yang berilmu agama lebih atau lebih tepatnya merasa dirinya seorang ulama.

Baca juga : FPI Sebut Penetapan Tersangka Sugi Nur Sebagai Kriminalisasi Ulama, PCNU Surabaya: Sugi Nur Bukan Ulama

Nah, cilakanya banyak masyarakat kita yang cenderung menyukai orang-orang dengan sistem ceramah yang cenderung kasar dan dibumbui tabiat bersebrangan dengan pemerintah atau ormas keagamaan yang lain.

Sugi akhirnya mengambil jalan yang cukup ekstrim dan berani, dia bukanlah siapa-siapa tapi karena pedenya yang berlebihan dari ilmu yang dia dapat saat jadi leader (mungkin) di MLM sehingga kelebihannya yang tak seberapa itu digunakan untuk mengelabui publik. Cukup bermodal baju gamis dan kopiah putih serta hadis dan ayat Al-Qur’an sedikit jadilah dia menasbihkan diri seorang dai atau ulama.

Baca juga : PBNU Dukung Langkah Polisi Tetapkan Sugi Nur Sebagai Tersangka

Maka brand yang sedang dia bangun adalah sosok pemberani, maka tak ayal para pengikut FPI begitu memujanya, tak ketinggalan para kampret yang cetek ilmu titen. Sangat menyukai si Sugi ini. Buat mereka Sugi adalah orang yang menyuarakan hati mereka. 

Akhirnya meskipun ceramahnya kasar dan sama sekali tidak pantas keluar dari mulut seorang ulama tapi buat pengikutnya tak soal. Malah mereka jumpalitan senang. Ketahuan karakter kampret kan suka yang terbalik bukan?

Baca juga : Tetapkan Sugi Nur Tersangka, Polisi Tegaskan Tak Kriminalisasi Ulama

Akhir Petualangan Sang Ulama ‘Abal-Abal’

Pada akhirnya Sugi Nur Raharja alias Gus Nur menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik. Gus Nur terancam hukuman 4 tahun penjara.

Dalam vlog-nya, Gus Nur dilaporkan menghina NU. Kasus ini dilaporkan sejak Mei 2018.
Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Harissandi menyebut penetapan tersangka telah dilakukan seminggu lalu dalam suatu gelar perkara. Sesuai pasal 27 ayat 3 (UU ITE)

Baca juga : Detik-detik Ceramah Sugi Nur Disemprot Jemaah Wanita Karena Sebut Cebong

"Karena bukti sudah terpenuhi, kami tetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus ini adalah pencemaran nama baik sesuai pasal 27 ayat 3 (UU ITE). Karena ancaman hukumannya 4 tahun, jadi tidak bisa ditahan," kata Harissandi kepada wartawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani. -detik.com

Hal itu dipicu di media sosial dihebohkan oleh video dari orang yang mengaku sebagai Gus Nur, yang ternyata nama aslinya Sugi Nur Raharja, yang menghina NU, Ansor dan Banser. 

Dalam fanpage nya di Facebook, Sugi Nur Raharja, memaki Banser dengan “Banser, seragammu banser, HATIMU IBLIS.” Selain itu Sugi Nur Raharja juga memaki “Lihat kebobrokan dalam NU, Ansor, Banser, Bobrok. NU itu sakit, Banser itu sakit!” dan berdasarkan informasi pada laman www.suaraislam.co diketahui sebagai berikut. Silahkan berkenalan. 

Setelah dilakukan pelacakan, inilah alamat Sugi Nur Raharja:

Sugi Nur Raharja
Address: Jl. Zebra 1 Palu Sulawesi Tengah 94231 ID
Phone: +62.81336333317
Email: 645.raharjo@gmail.com

Adapun Sugi Nur Raharja ternyata bukan putera kyai, dan tidak pernah mondok di pesantren yang artinya bukan “Gus”, alias “Gus Abal-Abal” atau “Gus KW 9”.

Orang ini sama sekali tidak paham agama, jangankan diminta suruh membaca kitab gundul, suruh membaca Al-Qur’an pun masih banyak salahnya entah dari segi makhraj huruf ataupun tata Tajdwidnya terlebih tentang gharaibul qiraahnya.

Silakan kroscek dan lihat semua video ceramahnya di youtube, semua Makharij hurufnya Amburadul, Tajwidnya belepotan, melihat ketika dia melafalkan Ayat Alquran. Hati kita akan langsung ngenes menangis, sungguh kasihan para korban (khususnya para TKI ) yang di Taiwan dan HK yang mau-maunya mengeluarkan biaya besar hanya mendapatkan ilmu yang kelak justru akan membahayakan mereka sendiri.

Mantan Agen MLM, K-Link

Gus Palsu “Gus Nur” menurut informasi orang di Kampungnya di Probolinggo, adalah orang biasa bukan anak Kyai, apalagi seorang Gus, santri saja bukan (alias tidak pernah mengenyam pendidikan pesantren), bahkan waktu di desanya pun ngaji saja tidak pernah, bahkan dia tidak disukai oleh Masyarakat sekitarnya, lalu dia akhirnya tidak kuat tinggal didesanya dan pergi entah kemana, selang beberapa tahun, dia muncul di youtube dan bergelar “Gus”. 

Menurut informasi yang valid, Sugi Nur Raharja ini dulunya agen MLM, K-Link, terlihat dari pintar bacot, tapi tidak ada isinya.

Kini semakin banyak para masyarakat Awam yang mengundangnya untuk mengisi ceramah, khususnya para TKI Taiwan dan HK. Dan Si Nur ini sekarang Punya Ponpes Tahfidz Alquran. Bisa dibayangkan , betapa hancurnya Syari’at Agung Baginda Nabi Saw dipasrahkan kepada Orang yang Bukan Ahlinya? Karena Kanjeng Nabi Saw sudah mengingatkan kita dengan sabdanya:

ﺍﺫﺍ ﻭﺳﺪﺕ ﺍﻻﻣﺎﻧﺔ ﻟﻐﻴﺮ ﺍﻫﻠﻪ ﻓﺎﻧﺘﻈﺮﻭﺍ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ

Ketika amanah (agama) dipasrahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya.

Barangkali penangkapan serta penetapan Sugi ini oleh para pengikutnya akan digoreng sebagai ‘Kriminalisasi Ulama’ seperti yang sudah-sudah padahal jelas ini murni hukum. Sebab ada unsur ujaran kebencian dan polisi butuh waktu 6 bulan untuk menetapkannya.

Jadi sungguh kasihan buat para pengikutnya yang kaitkan dengan kriminalisasi ulama. Apanya yang kriminalisasi? Ulama juga bukan. Jadi sungguh kasihan saja para pengikutnya yang sudah ‘buta dan budek’ atas fakta, tertutup oleh rasa benci terhadap kebenaran yang nyata dalam otak mereka.

Oleh : Anto Cahaya (SW)

Bagikan: