Fakta Unik Seputar Pengarang Kitab Safinatun Naja


Fakta Unik Seputar Pengarang Kitab Safinatun Najah

Tribunsantri.com - Bagi para penuntut ilmu yang bergelut dengan fiqh Syafi’i, tentunya tidak asing lagi dengan kitab “Safinatun Naja” (سفينة النجا) yang dikarang oleh Asy-Syaikh Salim bin Abdullah bin Sumair Al-Hadhrami Asy-Syafi’i –rahimahullah- ( w.1271 H). kitab ini merupakan kitab fiqh dasar bagi para penutut ilmu yang ingin mempelajari fiqh Syafi’i. 

Disusun secara simpel, ringkas, serta menyebutkan masail-masail fiqh tanpa menyebutkan dalil-dalinya (jangan ada yang protes kenapa kitab ini tidak ada dalilnya, namanya juga untuk pemula). Alhamdulillah, saya juga berkesempatan mengajarkan kitab ini di beberapa majelis taklim yang kami isi.

Saat membaca biografinya, saya menemukan beberapa fakta unik seputar pengarang  kitab ini, diantaranya :

1). Selain disifati dengan sifat-sifat keilmuan, seperti Al-Allamah (seorang yang sangat berilmu), mu’allim (pengajar), dan Al-Qadhi (hakim), ternyata beliau ini seorang politikus dan sangat mengerti tentang ilmu strategi kemiliteran. (saya hanya membayangkan dan berharap, bagaimana seandainya para politikus di negeri kita ini bisa seperti beliau ? semoga dimudahkan).

2). Beliau pernah diutus ke India untuk mempelajari ilmu strategi militer.

3). Beliau pernah diutus ke Singapura untuk membeli berbagai alat perang Moderen untuk negeri Al-Katsiriyyah.

4). Beliau di lahirkan di Hadramaut, Yaman. Namun, ternyata beliau meninggal di Batavia (sekarang jakarta) – Jawa pada tahun 1271 H/1855 M.

5). Beliau menjadi penasihat pribadi sultan Abdullah bin Muhsin. Setiap keputusan penting sultan, tidak pernah lepas dari pendapat dan arahan beliau. namun, pada akhirnya sultan berpaling dari beliau dan tidak lagi mamakainya. Akhirnya beliau pergi ke India, lalu ke tanah Jawa dan menetap di sana sampai wafat. (hikmah : terkadang, penguasa hanya memakai ulama’ untuk mendukung kepentingannya. Jika sudah tidak dibutuhkan, maka akan dibuang. Maka berhati-hatilah ! ).

6. Beliau seorang yang sangat shalih, lisannya senantiasa dihiasi dengan dzikrullah, dan sangat banyak membaca Al-Qur’an karim. Sampai disebutkan oleh asy-syaikh Ahmad Al-hadhrawi Al-Makki , bahwa beliau pernah thawaf di Ka’bah sambil membaca Al-Qur’an dan mengkhatamkannya. Masya Allah !

Demikian beberapa fakta unik seputar asy-syaikh Al-Allamah Al-Faqih Salim bin Abdullah bin Sumair Al-Hadrami, pengarang kitab “Safinatun Naja”. Semoga Allah Ta’ala merahmati beliau dan meninggikan derajatnya di Surga. Amin ya Rabbal ‘alamin. 

Oleh : Abdullah Al Jirani

Bagikan: