Soal Pembakaran Bendera HTI, TGB : Menggunakan Kalimat Tauhid untuk Tujuan Kekuasaan Adalah Perilaku Tercela

Soal Pembakaran Bendera HTI, TGB : Menggunakan Kalimat Tauhid untuk Tujuan Kekuasaan Adalah Perilaku Tercela

Saya muslim yang cinta NKRI. 

Negara bangsa ini bagi saya adalah amanah dari ALLOH yang wajib dijaga dan dikokohkan. Inilah kesepakatan kita sejak era para pendiri bangsa. Karena itu saya tidak mendukung ide khilafah.

Saya meyakini, Islam tidak memerintahkan satu sistem pemerintahan tertentu, namun memberi panduan nilai-nilai mulia yang harus terwujud dalam sistem apapun. Sistem republik demokratis yang kita sepakati dalam NKRI tak kalah valid dan sahnya dibanding sistem khilafah.

Baca juga : Waspadai Cara Licik HTI untuk Giring Opini Bubarkan Banser

Karena nilai-nilai dasar yang diperjuangkan Islam telah ada, utamanya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, syura dan keadilan. Tinggal bagaimana kita mengimplementasikan nilai-nilai itu dalam kehidupan berbangsa. 

Bagi saya, NKRI adalah maslahat nyata, sedangkan khilafah adalah maslahat prediktif. Kaidah mengatakan, al-maslahah al-mutahaqqiqah an-naajizah muqaddamah 'alal maslahah al-mustaqbalah al-marjuhah. Maslahat nyata, jelas dan telah terwujud, didahulukan diatas maslahat prediktif yang belum terwujud. 

Baca juga : Banser di Tengah Pusaran Perang Shiffin

Namun cinta NKRI adalah satu hal, sedangkan membakar bendera yang bertuliskan kalimat tauhid adalah hal lain. Bagi saya, perbuatan itu bisa menimbulkan fitnah antar kita. Kalau tidak setuju, lipat dengan takzim dan serahkan kepada aparat. 

Perilaku tercela menggunakan kalimat tauhid untuk tujuan kekuasaan tidak boleh menyebabkan kita ikut melakukan perbuatan tercela. Segala anarkisme akan menghilangkan keadaban publik kita. Tahan diri, perbanyak silaturahmi.

Kalimat tauhid adalah persaksian kita di dunia dan akhirat. Padanya ada dua asma termulia. Asma ALLOH yang kepadaNya lah kita akan kembali dan asma RasulNya yang syafaatnya kita harap dan nanti. Muliakan asma-asma itu dengan tidak menjadikannya tameng mencari kekuasaan. 

Sumber : Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi (Facebook)

Bagikan: