Polisi : Pembakaran Bendera HTI Merupakan Aksi Spontanitas, Pembawa Bendera Akan Dijerat Pidana

Polisi : Pembakaran Bendera HTI Merupakan Aksi Spontanitas, Pembawa Bendera Akan Dijerat Pidana

Tribunsantri.com - Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana menegaskan pembakaran bendera HTI pada acara hari santri di Garut merupakan aksi spontaitas anggota banser melihat ada orang yang membawa bendera HTI.

“Tidak ada pembakaran seandainya tidak ada orang yang bawa, ini ada aksi ada reaksi. Itu kenapa Banser bakar bendera HTI, tentu ada tujuannya," ujar Umar.

Baca juga : PBNU: Tak Ada Ulama yang Anggap Baik Tulis Kalimat Tauhid di Bendera

Orang yang membawa bendera HTI itu tidak tak paham bahwa sudah ada kesepkatan tidak boleh ada bendera kecuali bendera merah putih.

"Orang yang bawa bendera HTI ini yang tidak paham ada kesepakatan. Cakram digital optiknya sudah di-downloaddari media sosial, bisa jadi tambahan alat bukti," kata Umar.

Baca juga : Berdasarkan Temuan Tim Pencari Fakta PBNU, Satu Truk Bendera HTI Dikirim ke Garut

Atas dasar itu, mantan Kapolres Bekasi Kota ini menyebut perbuatan si pembawa bendera Tauhid (fase pertama) bisa dijerat pidana.

 "Pasal 174 terhadap orang yang memunculkan aksi, itu kenapa Banser bereaksi," ungkapnya

Selain pembawa bendera, polisi juga tengah memburu pihak-pihak yang menyebabkan peristiwa ini sampai membuat gaduh masyarakat alias pengunggah video di media sosial. Polisi menduga penyebar video aksi pembakaran bendera Tauhid di media sosial sengaja mengedit atau memotong sebagian video, kemudian diunggah ke media sosial.

"Delik materilnya sudah muncul, ya kegaduhan tadi," terang Umar.

Baca juga : Muncul Seruan Soal Pengibaran Bendera Tauhid, Polri : Jangan Terprovokasi Aksi-aksi Seperti Itu

Sementara untuk fase kedua, yakni oknum Banser yang membakar bendera Tauhid, polisi rupanya kesulitan mencari delik materil pidananya. 

Menurut Umar, tidak ada suatu perbuatan yang bisa dipidana tanpa ada aturan hukum yang mengaturnya. 

"Sampai saat ini kami belum temukan terkait mens rea tadi (niat oknum Banser melakukan tindak pidana)," ungkapnya. [Viva]

Bagikan: