Pasca Insiden Garut, GP Ansor Malang Raya Imbau Seluruh Pihak Intensifkan Patroli Siber

Pasca Insiden Garut, GP Ansor Malang Raya Imbau Seluruh Pihak Intensifkan Patroli Siber

Tribunsantri.com - Forum Silaturahmi GP Ansor Malang Raya pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk mengintensifkan patroli siber pasca peristiwa pembakaran bendera HTI saat acara hari santri di Garut, Jawa Barat.

Hal itu untuk meblokir konten bernuansa provokatif dan mendukung bangkitnya HTI sebagai organisasi terlarang.

Baca juga : Kapolda Jabar: Uus Provokator Pembawa Bendera Simpatisan HTI

“Salah satu sikap kami adalah itu. Karenanya kita mengimbau seluruh pihak intensifkan patrol siber. Serta melaporkannya kepada pihak kepolisian apabila menemukan konten bernuansa provokasi dan mendukung bangkitnya HTI,” kata Husnul Hakim Syadat Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Kamis (25/10/2018).

Imbauan untuk mengintensifkan patrol siber merupakan point sikap ke-enam dari tujuh pernyataan dari Forum Silaturahmi GP Ansor Malang Raya.

Baca juga : Biar Netral, PBNU Tawarkan Saksi Ahli Dari Timur Tengah yang Mengalami Sendiri Negaranya Hancur Gara-gara Simbol HTI

Sikap lainnya hampir sama dengan PB NU yang meminta kepada semua pihak untuk menjaga agar Malang Raya agar kondusif dengan menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berbagai isu yang dimunculkan di media massa maupun di media sosial yang berpotensi memecah belah persatuan anak bangsa.

“Karenanya kita mengimbau untuk mengintensifkan patroli siber. Karena di medsos berbagai isu mudah dibelokkan, diplintir dan ditujukan untuk memecah belah persatuan. Untuk itu kita mengajak semua unsur bergandengan tangan menjaga keamanan wilayah Malang Raya,” ujar Husnul.

Merujuk peristiwa Garut, PB NU juga menyorot adanya pengibaran dan pemasangan bendera HTI tanpa sepengetahuan kepolisian.

Hal ini pula yang oleh Forum Silaturahmi GP Ansor Malang Raya dijadikan salah satu point dalam pernyataan sikapnya.

Forum Silaturahmi GP Ansor Malang Raya meminta dengan tegas agar kepolisian menindak tegas segala bentuk upaya provokasi yang menggunakan isu pembakaran bendera HTI di Garut sebagai pemantik tema. Serta meminta membubarkan segala bentuk aksi massa  yang mendompleng kejadian pembakaran bendera HTI yang bertujuan mengadu domba umat Islam dengan isu yang bernuansa politik dan SARA.

Husnul juga menyampaikan, bahwa GP Ansor meminta agar masjid sebagai rumah umat Islam dibersihkan dari segala praktik politik maupun sebagai sarana konsolidasi gerakan yang mendukung

Kebangkitan organisasi terlarang HTI dan sel-sel tidurnya. 

“Kita tetap berkomitmen menjaga NKRI sebagai harga mati. Peristiwa Garut jangan sampai membuat Malang Raya diaduk-aduk. Karenanya juga semua ormas yang memiliki gerakan paramiliter agar bersatu padu dan membentengi wilayah masing-masing dari tumbuhnya gerakan radikal dan gerakan yang ingin merongrong keutuhan NKRI,” pungkasnya. [Malangtimes]

Bagikan: