Jika Prabowo Menang 2019, HTI Semringah

Jika Prabowo Menang 2019, HTI Semringah

Tribunsantri.com  - Momentum Sumpah Pemuda, Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) mengingatkan kepada kalangan muda untuk tidak salah jalan dan tak tersesat mengikuti politisi sontoloyo yang menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan.

“Semangat pemuda untuk memajukan bangsa dengan cerdas jangan mau dipecah belah oleh para sontoloyo-sontoloyo ini. Sumpah pemuda jangan beri ruang lagi gerakan makar HTI dan antek-anteknya,” tegas Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, hari ini.

Baca juga : Jangan Terkecoh! Ketua DPP PKS Catut Mbah Hasyim Asy'ari untuk Kepentingan #2019GantiPresiden

Lebih lanjut, Willy pun menyesalkan penurunan bendera merah putih dan menggantinya dengan bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dikibarkan di halaman DPRD Kabupaten Poso. 

Kata dia, ini harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah terhadap kelompok yang inginkan Indonesia tidak aman dan damai

“Ya Allah, mohon jadikan Indonesia sebagai negera yang damai, aman, sejahtera dan bermartabat. Satukan kami dalam ikatan ke-Indonesia-an layaknya Sumpah Pemuda 90 tahun yang lalu,” tambah dia.

Baca juga : Wapada ! #2019GantiPresiden Diboncengi Kelompok yang Ingin Mendirikan Khilafah

“Hari ini pada “teriak” sumpah pemuda semoga pada sadar bahwa Negeri ini butuh pemuda yang total terhadap Merah Putih. Jangan teriak sumpah pemuda, tapi besok-besok teriak dukung HTI,” tuturnya.

Dia pun memprediksi jika nantinya Prabowo terpilih menjadi Presiden RI 2019 maka kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah resmi dibubarkan itu maka akan tambah gede kepala.

“2019 Prabowo menang, HTI semringah. Ya pastinya, buktinya saja jelas dan pertarungan di 2019 ini sudah jelas faksi-faksi pendukung masing-masing capres. Jokowi yang dukung kelompok mana dan Prabowo mana, polarisasinya sudah kelihatan,” tambah dia.

Willy memastikan pihaknya tetap memberikan dukungan kepada NU yang setia menjaga NKRI dari para perusak negara. Dia sangat mengutuk insiden pembakaran bendera HTI ini justru dimanfaatkan oposisi untuk menjatuhkan nama Jokowi.

“Ujung-ujungnya kan politis jangan pilih Jokowi di 2019 atau 2019GantiPresiden. Skenario jalan untuk meng-Ahokkan Jokowi. Ingat kata-kata saya, rangkaian bakal sama dengan 212 dibikin berjilid-jilid. Ini terus dipanaskan emosi umat agar Jokowi tergerus suaranya,” pungkasnya. [Eramuslimin]

Bagikan: