Golkar: Tuntutan Pembubaran GP Ansor Dan Banser Bersifat Politis

Golkar: Tuntutan Pembubaran GP Ansor Dan Banser Bersifat  Politis

Tribunsantri.com - Tuntutan ribuan massa Aksi Bela Tauhid agar pemerintah membubarkan organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dinilai sangat politis.

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono enggan menanggapi lebih jauh tentang wajar atau tidaknya tuntutan tersebut dilayangkan akibat pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. 

Baca juga : Ketua GP Ansor: Kita Buktikan Kepada Dunia Kejayaan Merah Putih Tidak Pernah Bisa Diganggu

Namun, Dave menduga tuntutan itu sarat nuansa politis dari pada untuk menegakkan supremasi hukum.

"Ya, saya pribadi melihat ini ini lebih pada gerakan politiknya, ketimbang niatan tersebut," tegasnya saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10).

Baca juga : Soal Desakan Pembubaran Banser, Kiai Said : Banser Tak Akan Bubar Sampai Kiamat

Apalagi, dalam demo kemarin, ada salah satu orator yang meneriakkan 2019 ganti presiden. Ribuan pendemo pun mengiyakan teriakan tersebut.

"Tahu sendiri lah. Kalau misalnya ada disusupi seperti itu (teriakan 2019 ganti presiden) pasti arah-arahnya ke sana (politik)," tandasnya.

Makanya, Dave yang juga Anggota Komisi I DPR RI ini menantang peserta Aksi Bela Tauhid untuk menempuh jalur hukum jika tetap menginginkan GP Ansor dan Banser dibubarkan oleh pemerintah.

"Biar aparat hukum saja yang menentukan," pungkasnya. [rmol]

Bagikan: