Elite Parpol Diminta Tiru Jokowi yang Tak Umbar Politik Kebohongan

Elite Parpol Diminta Tiru Jokowi yang Tak Umbar Politik Kebohongan

Tribunsantri.com - Presiden Jokowi meminta kepada semua pihak terutama elit politik di negeri ini agar menyudahi politik kebohongan dan fokus pada politik pembangunan.

“Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri. Dan mari kita perkuat politik pembangunan, politik kerja, politik berkarya. Pembangunan bangsa untuk menghadirkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pembangunan SDM bangsa yang unggul, yang siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Sehingga kemajuan Indonesia, kejayaan Indonesia betul-betul dapat terwujud," kata Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca juga : Pesan Presiden Jokowi Kepada Para Santri: Jangan Mudah Percaya Hoaks

Menurut politikus PDIP Muruarar Sirait Jokowi adalah contoh pemimpin yang mampu mentransformasikan nilai-nilai politis menjadi nilai kebegarawanan.

"Pak Jokowi adalah contoh teladan yang nyata bagaimana politisi mentransformasi nilainya menjadi negarawan," kata Muruarar.

Ara, sapaan akrab Muruarar Sirait, menyebut Jokowi telah berhasil membangun pondasi politik  Indonesia di masa depan.

Keberhasilan Jokowi sebagai Wali Kota Solo, lalu terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta dan puncaknya merebut RI-1 adalah bukti bahwa politik pencitraan dan karbitan telah runtuh.

"Politik ke depan itu menurut saya sudah di bangun oleh Jokowi. Misalnya tidak bisa lagi ada pemimpin yang menurut saya karbitan. Dia sudah membangun proses yang benar. Orang mau jadi pemimpin itu ya, dari wali kota dulu, kemudian jadi gubernur berhasil, jadi presiden. Jadi ya harusnya setiap orang itu diukur yang punya track record itu apa sih," papar influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu.

"Apakah dia seorang Pancasilais, apakah dia berketuhanan, apakah dia berkeperimanusiaan, berkeadilan, sikap dan tindakannya pro-persatuan atau justru memecah belah," lanjut Ara.

Tidak hanya itu, lanjut Ara, selama memimpin, baik saat menjadi wali kota, gubernur dan sekarang sebagai presiden, Jokowi telah membuktikan janji-janjinya lewat perbuatan. 

"Ideologi sangat penting sebagai prinsip dan haluan tujuan. Tentu bukti-bukti juga perlu karena di zaman yang terbuka dan serba cepat ini ya, pemilih apalagi generasi milenial sangat membutuhkan dan menghargai satu kata dan perbuatan," sebut Ara.

Sementara itu, terkait anggapan miring tentang Jokowi dari kubu lawan, Ara tak mau komentar. Apapun yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi untuk menjelekkan Jokowi, Ara tetap optimis menang di Pilpres 2019.

"Kita nggak terpancing. Pak Jokowi meminta kita untuk siap menerima kritik dan dan saran-saran. Jadi kalau berpandangan seperti itu ya, kita serahkan kepada masyarakat untuk menilai, apakah betul Pak Jokowi begitu. Saya rasa hari ini kita tahu berbagai data, berbagai opini, berbagai statement baik dari tokoh agama, partai politik kepercayaan publik kepada Pak Jokowi sangat tinggi," tutur Ara. [Detik/tribunsantri]

Bagikan: