Biar Netral, PBNU Tawarkan Saksi Ahli Dari Timur Tengah yang Mengalami Sendiri Negaranya Hancur Gara-gara Simbol HTI

Biar Netral, PBNU Tawarkan Saksi Ahli Dari Timur Tengah yang Mengalami Sendiri Negaranya Hancur Gara-gara Simbol HTI

Tribunsantri.com - Mabes Polri akan menghadirkan saksi ahli dari Yaman dan Syiria untuk memperkuat bendera yang dibakar anggota Banser merupakan bendera HTI atau bukan.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan saksi ahli tersebut merupakan saran yang ditawarkan PBNU.

Baca juga : TGB: Sudah Saya Cek di Berbagai Kitab Hadits, Bendera Rasulullah Tidak Pernah Dikibarkan di Situasi Damai

Saran itu sekaligus sebagai langkah netral polri dalam menghadirkan saksi. 

Menurut Dedi saksi yang merupakan pakar agama Islam itu, memiliki kompetensi untuk menjelaskan apakah bendera yang dibakar adalah simbol umat Islam berkalimat tauhid atau bukan.

Baca juga : Terkuak Rencana Busuk HTI untuk Rusak Hari Santri di Garut

"Tadi sudah dikontak langsung perwakilan di Suriah dan Yaman, dicari tokoh dan orangnya dulu, seorang doktor lulusan dari Yaman," ujarnya saat ditemui usai hadiri pertemuan dengan Said Aqil di Kantor Pusat PBNU, Kamis (25/10)

Selain itu, tokoh tersebut mengalami sendiri bagaimana porak porandanya negara mereka hanya gara-gara satu simbol itu hingga memecah belah kelompok-kelompok islam. 

Meski begitu, Dedi belum bisa memastikan kedatangan saksi ahli dari dua negara itu. Polri masih menunggu kepastian PBNU perihal saksi itu.

"Kita menunggu kabar dari beliau (PBNU), nanti akan saya sampaikan ke beliau lagi, kalau sudah ada yang direkomen dari Suriah dan Yaman, maka akan kita informasikan balik," demikian Dedi. [rmol]

Bagikan: